Advertisement
Basarnas Hentikan Pencarian Korban Banjir Aceh, Beralih ke Pemantauan
Tim SAR gabungan saat proses evakuasi korban banjir di Nagan Raya, Aceh, Sabtu (29/11/2025). ANTARA - HO/Humas Basarnas Banda Aceh
Advertisement
Harianjogja.com, BANDA ACEH—Setelah berlangsung lebih dari sebulan, operasi pencarian korban banjir Aceh resmi dihentikan Badan SAR Nasional dan dialihkan ke operasi pemantauan, menyusul tidak ditemukannya korban dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, di Banda Aceh, Kamis, mengatakan penghentian operasi pencarian dilakukan karena dalam beberapa hari terakhir tidak ditemukan korban bencana.
Advertisement
“Operasi pencarian yang sejak sebulan dilakukan dihentikan dan dialihkan ke operasi pemantauan. Dalam beberapa hari terakhir, operasi pencarian tidak membuahkan hasil,” kata Ibnu Harris Al Hussain.
Ia menyebutkan operasi pencarian korban banjir Aceh telah berlangsung selama 31 hari, dan Kamis (25/12/2025) menjadi hari terakhir operasi pencarian langsung di lapangan.
Menurut Ibnu Harris Al Hussain, hingga kini 31 orang masih dinyatakan hilang. Dengan rentang waktu lebih dari satu bulan sejak bencana terjadi, kemungkinan korban ditemukan selamat dinilai sangat kecil.
“Waktu bertahan seseorang dalam kondisi bencana paling lama tujuh hari. Kini sudah 31 hari pascabencana, sehingga kecil kemungkinan mereka yang dinyatakan hilang masih dalam kondisi selamat,” katanya.
Meski operasi pencarian dihentikan, ia menegaskan operasi SAR tetap berjalan dalam bentuk pemantauan. Apabila ditemukan indikasi keberadaan korban, tim SAR akan segera dikerahkan ke lokasi.
“Kami juga mengimbau masyarakat, jika menemukan korban, segera melaporkan untuk proses evakuasi. Saat ini tim SAR tetap siaga dan terus melakukan pemantauan di lokasi bencana,” kata Ibnu Harris Al Hussain.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana per Kamis (25/12/2025), jumlah korban meninggal dunia akibat banjir di Provinsi Aceh mencapai 503 orang, sedangkan 31 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
- Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Jam Puncaknya
- DPR Minta KBRI Ambil Langkah Darurat Lindungi Jemaah Umrah Indonesia
- Hutan Rehabilitasi IKN Mulai Dihuni Satwa, Burung Kembali Berdatangan
Advertisement
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Update Harga Emas UBS-Galeri24 Hari Ini, Tembus Rp3,19 Juta per Gram
- SPK Tumbuh 60 Persen, Danamon dan Adira Optimistis Industri Otomotif
- Drone Iran Hantam Fasilitas Energi Qatar-Saudi, Harga Gas Eropa Naik
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
- Jelang Lebaran 2026, Stok Bahan Pokok Sleman Dipastikan Aman
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- Bibit Siklon 90S Picu Hujan Lebat di Jateng, Warga Diminta Waspada
Advertisement
Advertisement






