BTP Ungkap Pertemuannya dengan Erick Thohir Bicara PTP, Sarinah, dan Krakatau Steel

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kedua kanan) berbincang dengan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani (kedua kiri) sebelum upacara pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). - Antara
14 November 2019 14:47 WIB Feni Freycinetia Fitriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) diisukan menduduki jabatan di Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN).

Kabar tersebut muncul setelah pria yang sebelumnya akrab disapa Ahok itu datang ke kantor BUMN untuk bertemu dengan Menteri Erick Thohir pada Rabu (13/11/2019).

Namun, belum ada kepastian di perusahaan pelat merah mana Ahok akan ditempatkan. Dia membenarkan pertemuan dengan Erick Thohir untuk mengisi salah satu jabatan di BUMN.

"Iya [saya bertemu dengan Erick Thohir]. Ada disinggung PTP, Sarinah, dan Krakatau Steel," katanya dalam pesan singkat, Kamis (14/11/2019).

Meski demikian, BTP tidak menjabarkan kepanjangan PTP yang dimaksud, apakah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) atau PT Pertaminan Persero.

Kabar yang beredar menyebutkan pria yang ingin dipanggil BTP tersebut akan ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pertamina Persero.

BTP juga enggan menanggapi pernyataan beberapa pihak yang meminta dia mundur sebagai kader PDI Perjuangan sebelum resmi dilantik sebagai direksi atau komisaris perusahaan pelat merah.

"Aku enggak tahu. Lihat nanti saja," ucapnya.

Presiden Joko Widodo memastikan bahwa Basuki Tjahaja Purnama (BTP) tengah melalui proses seleksi untuk mengisi jabatan di BUMN.

"Kita tahu kinerjanya Pak Ahok [BTP]. Jadi ini masih dalam proses seleksi," kata Jokowi di Istana Negara, Kamis (14/11/2019).

Namun, Jokowi menolak berkomentar ketika ditanya jabatan yang akan diisi oleh Ahok dan penempatannya di BUMN.

"Bisa dua-duanya [direksi dan komisaris], tapi pakai proses seleksi. Masih dalam proses. Kita kan tahu kinerjanya, penempatannya di mana itu proses seleksi yang ada di Kementerian BUMN," tegas Jokowi.

Sumber : bisnis.com