Advertisement
Kota London Sambut Ramadan, Wali Kota Nyalakan Lampu Hias Meriah
Sebanyak lebih dari 30.000 lampu LED bermotif geometris Islam menerangi Leicester Square, London, Inggris, dan jalan-jalan sekitarnya, menampilkan tulisan Happy Ramadan yang dijadwalkan berubah menjadi Happy Eid pada 18 Maret.- X - @freemonotheist
Advertisement
Harianjogja.com, LONDON—Lampu Ramadan London resmi dinyalakan Wali Kota Sadiq Khan di kawasan West End pada Jumat (13/2/2026). Hal ini ditegaskan sebagai simbol persatuan dan inklusivitas di tengah meningkatnya ketegangan politik dan Islamofobia di Inggris.
Sebanyak lebih dari 30.000 lampu LED bermotif geometris Islam menerangi Leicester Square dan jalan-jalan sekitarnya, menampilkan tulisan “Happy Ramadan” yang dijadwalkan berubah menjadi “Happy Eid” pada 18 Maret.
Advertisement
Perayaan Ramadan di pusat kota London ini memasuki tahun keempat penyelenggaraan berturut-turut. Inisiatif tersebut didanai dan diselenggarakan oleh Aziz Foundation, yayasan yang memberikan dukungan bagi Muslim Inggris.
Dalam sambutannya, Sadiq Khan menyerukan pentingnya kebersamaan lintas agama dan keyakinan selama bulan suci.
BACA JUGA
“Mari kita tunjukkan yang terbaik dari London, yang terbaik dari Inggris, dan yang terbaik dari Islam,” katanya.
“Saya menyerukan umat Muslim, Kristen, Yahudi, Buddha, Sikh, mereka yang menganut agama terorganisir maupun yang tidak, untuk bersatu selama bulan Ramadhan ini,” tambahnya.
Ia juga menyinggung situasi konflik global yang masih berlangsung. Khan mengajak jamaah untuk mendoakan serta membantu mereka yang terdampak krisis kemanusiaan di Sudan, Gaza, dan Ukraina, sekaligus mengingatkan bahaya pihak-pihak yang “menabur benih perpecahan, kebencian, dan ketakutan.”
“Salah satu tugas kita selama bulan Ramadhan ini, baik Muslim maupun non-Muslim, adalah menunjukkan bahwa London adalah penawar bagi kebencian tersebut. Kita adalah antitesis dari semua yang mereka yakini,” ujarnya.
Melalui media sosial X, Khan menyebut momen menyalakan lampu di Piccadilly Circus sebagai sebuah kehormatan. Ia menggambarkan London sebagai mercusuar harapan, persatuan, dan inklusivitas, tempat keberagaman menjadi kekuatan serta setiap orang dicintai dan diterima, seiring perayaan Lampu Ramadan London yang terus menjadi agenda tahunan kota tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Ricuh Liga 4! Pemain PSIR Serang Wasit, Suporter Jebol Pagar Stadion
- Pemkab Bantul Pastikan Program MBG Tetap Jalan Selama Ramadan 2026
- Mendiktisaintek Dorong PPDS PTMA Lahirkan Dokter Spesialis Inklusif
- Pengadilan Seoul Menangkan Min Hee Jin, Hybe Wajib Bayar Rp397 Miliar
- Fitur Dear Algo di Threads, Pengguna Bisa Atur Linimasa Lewat Prompt
- Jakarta Livin Mandiri Tumbangkan Pertamina Enduro 3-1 di Proliga 2026
- Jejak Diplomasi Budaya Hiphop Amerika Serikat Menggema di PBSK
Advertisement
Advertisement








