Advertisement
Emak-Emak Jadi Sasaran Empuk Politik Uang
Sosialisasi pengawasan partisipatif pembentukan desa pengawasan dan desa anti money politik yang digelar Bawaslu Kabupaten Magelang di Hotel Atria Kota Magelang, Senin (4/11/2019). - Ist/Dok Bawaslu
Advertisement
Harianjogja.com, MAGELANG- Bambang Eka Cahya Widodo, mantan Ketua Bawaslu RI periode 2008 - 2012 mengungkap ada lima tantangan utama yang harus diatasi untuk pemilu yang berintegritas.
Ia menyebut di antaranya membangun kedaulatan hukum untuk mendukung hak asasi mausia dan keadilan pemilu, membangun badan penyelenggara yang profesional dan kompeten dengan kemandirian bertindak yang penuh dan menyelenggarakan pemilihan dengan transparan dan mendapat kepercayaan politik.
Advertisement
“Kemudian memperbaiki norma dan institusi mukti partai dan pembagian kekuasaan yang mendukung demokrasi sebagai sistem keamanan bersama di antara para kompetitor politik serta mengatasi hambatan hukum,” katanya, saat menjadi narasumber dalam acara sosialisasi pengawasan partisipatif pembentukan desa pengawasan dan desa anti money politik yang digelar Bawaslu Kabupaten Magelang di Hotel Atria Kota Magelang, Senin (4/11/2019).
Bambang juga menyebut ada tiga level yang dirusak akibat politik uang, yakni mengakibatkan arena pertandingan tidak berimbang, mengabaikan hak warga negara agar bebas memformulasikan dan mengekspresikan pilihan politiknya serta meruntuhkan integritas pemilu.
Menurutnya, Bawaslu yang salah satu tugasnya memberantas politik uang harus bisa menjawab tantangan ini.
BACA JUGA
Ia menyebutkan jual beli politik uang selama Pemilu 2019, berkisar antara 19,4% hingga 33,1%. Angka ini tertinggi ketiga se dunia setelah India dan USA. Menariknya, praktek money politik itu, biasanya para pelaku memanfaatkan kaum perempuan terutama ibu-ibu. Alasannya, mereka lebih jujur dan dapat diandalkan untuk mendulang suara.
"Para politisi itu saat melakukan praktek money politic lebih percaya pada para ibu dibanding bapak-bapak. Selain lebih dipercaya, mereka juga lebih jujur. Dan mayoritas para politisi yang saat ini jadi, masih menggunakan praktek-praktek money politic tersebut," kataya.
Pembicara lain dalam kegiatan tersebut, KH Labib Achmad yang juga mantan Ketua DPRD Kabupaten Magelang periode 2004-2009 menyebutkan kriteria pemimpin yang baik, hanya ada dua, yakni takut pada Allah dan sayang rakyat.
"Mereka yang melakukan politik uang itu pasti tidak takut Allah. Sehingga bagaimana mereka mau menyayangi rakyat kalo pada Allah saja tidak takut?" katanya.
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, M Habib Sholeh mengatakan Bawaslu Kabupaten Magelang telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisasi praktek-praktek money politik, yakni inovasi pencegahan politik uang mulai dari keluarga money politik, desa anti money politik, sticker sosialisasi, kampung anti money politik, buku khubah jumat, gelar budaya siogo magito-gito. Selain itu juga melakukan sobo kampung, membuat vlog, iklan layanan masyarakat dan sosialisasi kelompok sasaran.
“Berbagai inovasi yang kami lakukan bahkan menjadi percontohan di daerah lain,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Panggil Gus Alex sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
- Jenazah Pilot ATR 42-500 Andy Dahananto Disambut Haru di Tigaraksa
- Tetangga Kenang Farhan, Copilot ATR yang Tewas di Bulusaraung
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
Advertisement
Ayam Goreng Kalasan Hampir Diklaim HAKI Orang Tak Dikenal
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Hujan dan Angin Kencang Terjang Jogja, Talud Longsor di Wirobrajan
- Alwi Farhan Sabet Gelar Indonesia Masters 2026
- Tanah Ambles dan Keluarga Mengungsi, Rumah di Panggang Akan Direlokasi
- Tavares Ungkap Kunci Kemenangan Persebaya atas PSIM Jogja di SSA
- Kecurangan Ujian Mengemudi Merebak, Jalan Raya Inggris Terancam
- Program Ketahanan Pangan Lapas Semarang Penuhi Kebutuhan Dapur
- Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Dumpoh Pasang Spanduk Protes
Advertisement
Advertisement



