Advertisement
Kepala BPJS Kesehatan: Iuran Kelas III Harusnya Rp131.000
Suasana pelayanan di kantor BPJS Kesehatan Cabang Sleman, Selasa (14/8/2018). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan menaikkan iuran anggotanya. Meski demikian, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan bahwa nilai iuran program Jaminan Kesehatan Nasional masih di bawah yang seharusnya sesuai hitungan nilai aktuaria.
Fachmi mengungkapkan bahwa tinjauan dari Persatuan Aktuaris Indonesia menyebutkan tarif iuran yang telah ditetapkan saat ini masih sekitar 30 sampai 50 persen dari biaya utilisasi per peserta per bulan.
Advertisement
"Kalau kita ingin program tetap berjalan secara sustainable (berlanjut) hitungan peserta PBPU Kelas III harusnya bukan Rp42.000 tapi Rp131.000," kata Fachmi di Jakarta, Jumat (1/11/2019).
Menurut ulasan Persatuan Aktuaris Indonesia, seharusnya iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri Kelas III sebesar Rp131.195 per orang per bulan, Kelas II sebesar Rp190.639 per orang per bulan, dan Kelas I sebesar Rp 274.204 per orang per bulan.
BACA JUGA
Namun, Fachmi menyatakan, pemerintah dengan banyak pertimbangannya tidak menetapkan iuran Jaminan Kesehatan Nasional sebesar itu dan hanya menetapkan tarif sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019, Rp42.000 untuk peserta PBPU atau mandiri Kelas III, Rp110.000 untuk peserta Kelas II dan Rp160.000 untuk Kelas I.
Menurut dia, secara tidak langsung pemerintah juga memberikan subsidi kepada peserta PBPU atau peserta mandiri yang termasuk dalam kategori masyarakat mampu dengan tidak menetapkan iuran sebesar yang seharusnya.
Iuran yang ditetapkan oleh pemerintah untuk segmen peserta Kelas III nilainya 32 persen dari tarif yang seharusnya dan iuran peserta Kelas II dan Kelas I besarnya sekitar 58 persen dari tarif yang seharusnya.
"Bisa dikatakan, besaran iuran yang baru ini sudah disubsidi oleh pemerintah, khususnya segmen PBPU. Jadi jangan bilang pemerintah tidak berpihak pada rakyat, justru pemerintah sudah sangat memperhatikan kondisi rakyatnya. Negara justru sangat hadir, selain membayari segmen PBI (Penerima Bantuan Iuran) juga menambah subsidi segmen PBPU," demikian Fachmi Idris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Juan Pedro Franco, Mantan Manusia Terberat Dunia Meninggal
- Tanpa Kembang Api, Prabowo Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi
- Trump Pertimbangkan Jual Jet Tempur F-35 ke Turki, Israel Waspada
- Trump Klaim 95 Persen Rencana Damai Rusia-Ukraina Telah Disepakati
- 46.207 Penumpang Tinggalkan Jakarta dengan Kereta Api Hari Ini
Advertisement
Jadwal Bus Sinar Jaya ke Pantai Parangtritis dan Pantai Baron Hari Ini
Advertisement
Tiket Museum Nasional Disesuaikan, Lansia hingga Yatim Gratis
Advertisement
Berita Populer
- Update Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Hari Ini 1 Januari 2026
- Romance Dinner Eve, Cara Hotel Grand Senyum Jogja Rayakan Tahun Baru
- Jadwal Liga Inggris: Arsenal dan City Sama-sama Diunggulkan
- Tanpa Kembang Api, Prabowo Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi
- Tanpa Kembang Api, Kapolri Sebut Perayaan Tahun Baru Tertib
- Sleman Diuntungkan Lonjakan Wisata Libur Nataru
- Belgia Desak Israel Buka Akses Bantuan Kemanusiaan
Advertisement
Advertisement



