Harga Emas Diproyeksi Tembus Rp2,9 Juta per Gram
Harga emas dunia diprediksi menembus US$4.943 per troy ounce dan mendorong harga logam mulia domestik menuju Rp2,9 juta per gram.
Seorang pria mencium tanaman ganja di Pameran Ganja di Buriram, Thailand, Jumat (19/4/2019)./Reuters-Prapan Chankaew
Harianjogja.com, JAKARTA – Studi ilmiah terbaru menyebutkan ganja untuk medis tidak efektif menyembuhkan penyakit mental, seperti kecemasan sosial, depresi, dan psikosis.
Para peneliti menemukan kurangnya bukti efektivitas dampak kanabinoid, kandungan aktif dalam ganja, terhadap gangguan kesehatan mental.
Louisa Degenhardt, ahli narkoba dan alkohol di Universitas New South Wales Australia, mengatakan bahwa temuan tersebut berimplikasi penting bagi negara-negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Inggris karena ganja medis tersedia di \\empat negara itu.
"Tidak adanya bukti berkualitas tinggi untuk menilai dengan tepat efektivitas dan keamanan kanabinoid obat," ujarnya dalam jurnal The Lancet Psychiatry sebagaimana dilansir Reuters pada Selasa (29/10/2019).
Dia melanjutkan pedoman klinis tidak dapat disusun selama penggunaanya dalam gangguan mental sampai bukti dari uji coba terkontrol secara acak tersedia.
Kendati kurang teruji secara klinis, sejumlah anekdot menyatakan bahwa kanabis (sediaan kimiawi yang berasal dari getah rami dan dapat memengaruhi akal dan perilaku) bermanfaat dalam mengurangi gangguan stres pasca-trauma (PTSD) bagi sejumlah veteran perang.
Kondisi lain menyebutkan bahwa ganja digunakan untuk mual, epilepsi, dan cedera otak traumatis. Namun, penelitian tersebut tidak meneliti dampaknya pada mereka.
"Kannabinoid sering dianjurkan sebagai pengobatan untuk berbagai kondisi kesehatan mental, tetapi dokter dan konsumen perlu mewaspadai rendahnya kualitas dan kuantitas bukti serta potensi risiko efek samping," ujar Degenhardt.
Tim Degenhardt juga berusaha melihat semua bukti yang tersedia untuk segala jenis kanabinoid medis. Termasuk semua desain penelitian yang menyelidiki dampak remisi dari gejala depresi, kecemasan, attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD), sindrom Tourette, PTSD, dan psikosis.
Mereka pun menganalisis 83 studi yang diterbitkan dan tidak dipublikasikan yang mencakup sekitar 3.000 orang pada periode 1980 hingga 2018. Hasilnya, THC farmasi membuat psikosis lebih buruk, dan tidak secara signifikan memengaruhi hasil primer lain untuk penyakit mental yang dianalisis.
Hal itu terlihat dari jumlah orang yang melaporkan efek samping dan memutuskan untuk menarik diri dari penelitian karena efek samping.
Tom Freeman, pakar bagi orang kecanduan dan kesehatan mental dari Universitas Bath Inggris, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa temuan itu menyoroti kebutuhan mendesak akan uji coba kualitas tinggi ganja medis untuk memperkuat bukti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Reuters
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Senin 2 November 2026, tersedia enam keberangkatan setiap arah dengan tarif Rp12.000.
Simak informasi SIM Keliling Bantul November 2026, jadwal layanan di Manding, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.
KONI Gunungkidul membuka penjaringan ketua periode 2026-2030. Pendaftar harus berusia minimal 30 tahun dan mendapat dukungan sekitar 15 pengkab.
Simak syarat dan biaya perpanjangan SIM A dan C di Gunungkidul pada November 2026, termasuk tarif PNBP dan dokumen yang harus disiapkan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 2 November 2026 tersedia 15 kali keberangkatan. Simak jadwal 13 stasiun dan tarif Rp8.000.