Pimpinan DPR Sebut Komjen Idham Aziz Berkompeten Gantikan Tito

Wakil Ketua DPR M Aziz Syamsuddin (kiri) berbincang dengan Anggota DPR fraksi Partai Demokrat Benny Kabur Harman (kanan) sebelum rapat pimpinan fraksi - fraksi DPR di ruang Komisi VII, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (4/10/2019). Rapat tersebut membahas pemanfaatan ruang kerja dan rumah dinas bagi anggota DPR periode 2019-2024 - ANTARA FOTO/Galih Pradipta
24 Oktober 2019 18:27 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Penunjukan calon tunggal Kabareskrim Polri Komjen Idham Aziz sebagai calon kapolri menggantikan Tito Karnavian dinilai tepat karena kompetensinya memadai sebagai pimpinan Polri yang baru.

Demikian dikemukakan oleh Wakil Ketua DPR Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Korpolkam) Azis Syamsuddin ketika dimintai pendapatnya soal pengganti Tito yang telah dilantik menjadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Menurutnya, Komjen Idham Aziz selain mampu juga cakap dan memenuhi syarat untuk memimpin institusi Polri.

"[Komjen Idham Aziz] Beliau kompeten dalam mengemban jabatan tersebut," kata Azis, Kamis (24/10/2019).

Mantan Ketua Komisi III DPR itu meyakini, di bawah pimpinan Idham Aziz, Polri akan lebih baik ke depan.

"Bismillah [akan lebih baik]," kata politisi Partai Golkar itu.

Karena itu Azis mengatakan Komisi III DPR akan segera menindaklanjuti surat Presiden Jokowi terkait penunjukkan Idham sebagai calon tunggal untuk kapolri. Menurutnya Idham akan segera menjalani fit and proper test setelah anggota Komisi III DPR terbentuk.

"Setelah Komisi III DPR dibentuk, maka akan segera dilakukan proses uji kelayakan dan kepatutan terhada Komjen Idham Aziz," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah mengirim surat permintaan persetujuan DPR terhadap rencana pengangkatan Komjen Idham Aziz sebagai kapolri pada 22 Oktober 2019.

Dalam surat itu disebut, komjen Idham Aziz yang saat ini menjabat Kabareskrim Polri dipandang mampu dan cakap serta memenuhi syarat untuk diangkat sebagai kapolri. 

 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia