Prabowo Siap Jadi Menteri Jokowi, Begini Tanggapan Ketua PA 212

Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
22 Oktober 2019 12:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menerima tawaran sebagai menteri di kabinet presiden Joko Widodo, yang menjadi rivalnya di Pilpres 2019. Ketua Persaudaran Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengaku tak mau ikut campur soal sikap Prabowo tersebut.

Dia menilai sikap Prabowo yang menyanggupi permintaan Jokowi sebagai menteri merupakan hak pribadi eks Danjen Kopassus tersebut. Slamet mengaku hanya mendoakan agar nantinya Prabowo bisa menjalankan tugasnya sebagai pembantu di pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

"Kami tidak ingin mencampuri hak pribadi PS [Prabowo Subianto] jika itu keputusan yang diambil PS menjadi Menhan. Kita hanya bisa mendoakan semoga ada manfaat buat pertahanan negara dan umat,” kata Slamet, Selasa (22/10/2019).

Meski tak mempermasalahkan keputusan Prabowo, namun Slamet mengatakan bahwa secara organisasi posisi PA 212 tetap berpegang pada hasil Ijtimak Ulama IV, dan tidak akan rekonsiliasi dengan kekuasaan yang curang dan zalim.

Sebagaimana diketahui, PA 212 menegaskan bahwa mereka masih menolak terpilihnya Jokowi-Maruf sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024.

Ketua PA 212 Slamet Maarif mengatakan, pilihan untuk tidak menerima kekuasaan Jokowi itu didasari dengan keputusan atau hasil dari Ijtimak Ulama IV.

“PA 212 berpegang pada hasil Ijtima ulama 4 salah satu point utamanya, menolak kekuasaan yang dihasilkan dari kecurangan dan kedzolimam serta menjaga jarak dengan kekuasaan tersebut,” kata Slamet, Senin (21/10/2019).

Sumber : Suara.com