Advertisement
Terungkap, Transkrip Pembicaraan Mantan Pilot Boeing Terkait 737 MAX
Foto udara yang menunjukkan pesawat 737 MAX buatan Boeing diparkir di pabrik Boeing di Renton, Washington, Kamis (21/3/2019). - Reuters/Lindsey Wasson
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Transkrip pembicaraan antara pegawai Boeing Co terkait anti-stall system di model pesawat 737 MAX akhirnya terungkap.
Dalam transkrip pesan singkat yang terjadi pada 2016 itu, Mark Forner yang saat itu merupakan seorang pilot senior di divisi teknis Boeing, mengatakan bahwa anti-stall system di model pesawat tersebut berlaku aneh dan tak terkendali dalam sebuah sesi simulasi penerbangan.
Advertisement
Sistem tersebut, seperti dilansir Reuters, Sabtu (19/10/2019), terkait dengan kecelakaan pesawat Boeing di Indonesia pada Oktober 2018 dan di Ethiopia pada awal 2019. Secara keseluruhan, korban tewas akibat dua kecelakaan tersebut mencapai 346 orang.
Dalam salah satu pesan, Forkner menulis dirinya berbohong tanpa sengaja kepada regulator. Hal ini dibalas oleh rekannya, yang mengatakan bahwa apa yang disampaikan Forkner bukanlah suatu kebohongan karena tidak ada yang memberitahu dia dan Forkner sebelumnya.
BACA JUGA
Forkner juga menulis bahwa masih ada masalah fundamental di simulator penerbangan tersebut.
Adapun pesan singkat itu berlangsung antara Forkner dengan rekannya. Sekarang, Forkner sudah tidak lagi bekerja di Boeing.
Menyusul terungkapnya transkrip ini, Federal Aviation Administration (FAA) langsung memerintahkan Chief Executive Boeing Dennis Muilenburg untuk memberikan penjelasan karena tidak dengan segera menyerahkan dokumen pembicaraan itu.
FAA mengungkapkan tengah mempelajari rekaman ini untuk menentukan langkah selanjutnya.
Boeing diketahui menemukan rekaman tersebut beberapa bulan lalu. Penemuan transkrip ini juga terjadi beberapa hari sebelum Muilenburg dijadwalkan bersaksi di hadapan Kongres AS.
"Pesan-pesan ini mengindikasikan bahwa Boeing menahan informasi penting dari FAA, sesuatu yang sangat tidak menyenangkan," papar Kepala Komite Transportasi DPR AS Peter DeFazio dalam suratnya kepada Menteri Transportasi AS Elaine Chao, Jumat (18/10/2019).
Seorang sumber Reuters menyatakan bahwa Boeing menunda menyerahkan dokumen tersebut ke FAA selama empat bulan dan bahwa Departemen Kehakiman AS pun sudah memegang transkrip pesan ini.
Kabar ini juga membuat saham Boeing anjlok 6,8 persen, sebelum naik kembali 1,4%, pada perdagangan Jumat (18/10/2019).
Dua kecelakaan yang terjadi membuat 737 MAX, seri pesawat Boeing yang paling laris, dilarang terbang di banyak negara sejak Maret 2019. Perusahaan itu menyebutkan biaya yang harus ditanggung karena pelarangan terbang setidaknya menyentuh US$8 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Reuters/bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pemda DIY Gelar Operasi Pasar Antisipasi Lonjakan Harga Ramadan
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Petasan Ledak di Dekat Emil Audero, Lautaro Martinez Minta Maaf
- Kasus PMK Awal 2026 di Kulonprogo Menurun, Vaksinasi Disiapkan
- Gajah Liar Mengamuk di Khao Yai Thailand, Turis Lansia Tewas Terinjak
- BTT Bencana Bantul 2026 Rp5 Miliar, Hingga Februari Belum Terserap
- Tiket Uji Coba Timnas Indonesia U-17 vs Tiongkok Sudah Bisa Dibeli
- Bursa Transfer Dibuka, Persija Jajaki Opsi Mauro Ziljstra
- Resmi Gabung Ajax Amsterdam, Maarten Paes Dikontrak hingga 2029
Advertisement
Advertisement



