Pilot Project Garam Industri Skala 40.000 Ton Dibangun di Gresik

BPPT lakukan Pemancangan Perdana Peralatan Pilot Project Garam Industri di wilayah Gresik, Jawa Timur pada Kamis, (17/10/2019) - BPPT/istimewa
18 Oktober 2019 05:57 WIB Agne Yasa News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan PT. Garam, dalam pembangunan Pilot Project Garam Industri di wilayah Gresik, Jawa Timur.

Pilot Project ini menjadi tanda dimulainya model peralatan proses pemurnian dengan skala produksi 40.000 ton per tahun.

Kepala BPPT Hammam Riza, mengatakan dengan fasilitas ini, pihaknya berupaya mendorong agar petani garam memiliki, dan menyimpan garam dalam bentuk garam industri.

"Semoga dengan ini petani garam dapat memiliki nilai jual lebih baik dibandingkan garam krosok yang ada selama ini, serta menjadi momentum untuk mencapai target pemerintah, yakni memenuhi kebutuhan garam nasional," kata Hammam lewat keterangan resminya, Kamis (17/10/2019).

Hammam mengatakan kebutuhan garam nasional meningkat terus seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri. Untuk itu, katanya, dibutuhkan pengembangan teknologi, guna membantu petani garam dalam meningkatkan kuantitas produksi, serta kualitas produk garam lokal menjadi garam industri yang memiliki nilai tambah.

"Pembangunan pilot project garam industri kapasitas 40.000 ton per tahun ini kami targetkan dapat selesai pada akhir tahun ini. Langsung dioperasionalkan bekerjasama dengan PT.Garam untuk mengkaji kehandalan dari aspek ekonomi, durability, termasuk pemeliharaannya," papar Hammam.

Perlu diketahui, ujarnya, produk garam dalam negeri secara kuantitas belum cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Sementara itu, dari sisi kualitas, garam lokal belum memenuhi garam industri. Hal ini karena kandungan NaCl yang lebih rendah dan pengotor (impurities) yang melebihi standard.

Dia menambahkan data juga menyatakan bahwa impor garam tahun 2018 mencapai 2,7 juta ton. Pada saat ini garam konsumsi sekitar 2 juta ton/tahun sudah dapat dipenuhi dengan produksi dalam negeri, tetapi garam industri masih 100% impor.

Lebih lanjut, kata Hammam, saat ini pihaknya juga tengah menyiapkan pembangunan pilot project garam industri terintegrasi.

"Kami tengah mengkaji terap pilot project garam industri, yang dapat menghasilkan berbagai produk turunan garam maupun bittern [cairan pekat hasil limbah pabrik garam] menjadi bahan baku obat, bahan farmasi, minuman isotonik, dan lainnya. Sehingga secara ekonomis pemanfaatan seluruh mineral garam akan lebih dapat dimanfaatkan secara optimal," jelasnya.

Hammam berharap agar dukungan kebijakan serta sinergi antar pihak semakin solid. Menurutnya, hal ini penting agar produktivitas dan kemandirian bangsa dalam hal pemenuhan kebutuhan garam dapat diwujudkan.

Selain itu, pihaknya juga akan merekomendasikan pembangunan beberapa pabrik garam industri, di sentra-sentra produksi garam rakyat seluruh Indonesia, dapat mengacu pada design BPPT ini.

"Kami juga meminta seluruh pihak, agar berkomitmen dalam upaya memenuhi kebutuhan garam konsumsi dan garam industri, guna meningkatkan daya saing produksi garam rakyat menuju kemandirian, dan melepaskan ketergantungan terhadap garam impor," kata Hammam.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia