Wiranto Ditusuk, Kantor Menteri Luhut Dijaga Ketat

Luhut Binsar Panjaitan - Antara/M. Agung Rajasa
11 Oktober 2019 11:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA— Penjagaan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kini diperketat setelah insiden penusukan yang dialami Menkopolhukam Wiranto yang terjadi di Pandeglang Banten, Kamis (11/10/2019). Penjagaan dilakukan oleh orang berbadan kekar dengan menggunakan pakaian berwarna biru laut.

Dari pantauan wartawan Suara.com-Jaringan Harianjogja.com, Jumat (11/10/2019), saat akan menghadiri acara coffee morning bersama Luhut Binsar Pandjaitan pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Setidaknya ada empat petugas yang berjaga di pintu masuk dan menanyakan maksud tujuannya datang ke Kantor Kemaritiman. Selain itu barang-barang yang dibawa juga diperiksa menggunakan metal detector.

"Mau kemana, registrasi dahulu baru ke ke atas, gunakan juga ID pers-nya," kata salah seorang petugas.

Tak hanya itu, ketika ingin mendaftar registrasi kedatangan, sebagian petugas juga melihat-melihat seluruh tamu undangan yang datang dari atas kepala hingga kaki.

Tak sampai di situ, ketika naik lift di mana lokasi acara yang berada di lantai 4, ada petugas juga yang memandu menuju lantai yang ingin dituju. Sesampainya di lantai 4, ada petugas lainnya yang juga berjaga dan menghampiri serta menanyakan indentitas persnya.

"ID pers-nya dipakai yah," kata petugas tersebut.

Ketika ditanya kepada sejumlah awak media yang sering meliput agenda Menko Luhut, ternyata pengamanan super ketat ini baru kali ini dilakukan, di mana sebelumnya tidak pernah terjadi. Bisa jadi pengamanan super ketat tersebut imbas insiden yang dialami Menkopolhukam Wiranto.

"Biasanya sih enggak, kemarin enggak begini, biasanya naik-naik saja ke lantai atas, enggak ada pemeriksaan, malah tadi ada temen yang tasnya sampai diperiksa sama ke dalem-dalemnya," kata wartawan yang sering meliput agenda Luhut.

Diketahui, Menkopolhukam Wiranto diserang dan ditusuk oleh seorang pelaku pada Kamis, sekitara pukul 11.55 WIB di pintu gerbang Alun - alun Menes Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Wiranto ditusuk saat hendak meninggalkan Pandenglang di helipad Alun - alun Menes. Pelaku penyerangan ada dua orang, yakni seorang perempuan bernama Fitri Andriana. Kelahiran Brebes 5 Mei 1998. Di KTP, Fitri beralamat di Desa Sitanggai, Brebes. Di Pandeglang dia tinggal di Kampung Sawah.

Sementara penusuk Wiranto bernama Syahril Amansyah alias Abu Rara. Dia lahir di Medan 24 Agustus 1988. Dia tercatat tinggal di Jalan Syahrial VI No 104 LK, Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatra Utara.

Sumber : Suara.com