Penyerang Wiranto Diduga Lonewolf dari Kelompok Ini

Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). - Antara/Dok Polres Pandeglang
10 Oktober 2019 15:47 WIB Sholahuddin Al Ayyubi News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) meyakini dua orang yang menyerang Menko Polhukam Wiranto dan Kapolsek Pandeglang terafiliasi dengan jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Direktur Program Pemberdayaan YLP, Mohammad In'am Amin, mengungkapkan pola serangan yang tidak terukur dan liar terhadap Wiranto dan Kapolsek menunjukkan keduanya mendapatkan ajaran itu dari kelompok JAD.

In'am menjelaskan pelaku tidak bergabung secara penuh dengan kelompok teroris JAD, tapi melakukan aksi teror seorang diri atau lonewolf melalui media sosial.

"Saya kira, pelaku ini adalah kelompok teroris JAD. Bisa dilihat dari aksi terornya yang tidak terukur itu," tutur In'am, Kamis (10/10/2019).

Selain itu, mantan teroris Jamaah Islamiyah (JI) tersebut menilai kelompok JAD dewasa ini tidak memiliki banyak dana untuk aksi teror, sehingga seringkali memanfaatkan orang lain untuk melakukan teror seorang diri.

"Kita lihat saja hari ini, JAD dan ISIS itu sudah kehabisan amunisi [dana], karena itu mereka lebih sering memanfaatkan lonewolf," kata In'am.

Sebelumnya beredar video di media sosial ihwal kejadian penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto dan Kapolsek Pandeglang oleh seseorang yang tidak dikenal. 

Dari informasi yang diperoleh, saat insiden tersebut terjadi, Wiranto baru turun dari mobil dan hendak naik helikopter. Tiba-tiba, ada seseorang yang menyerangnya menggunakan pisau.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia