Advertisement
Dampak Kekeringan, Kangguru Makan Bangkai hingga Tisu Toilet
Seorang warga Dusun Wuni mengambil air di telaga di Dusun Wuni, Desa Nglindur, Kecamatan Girisubo, Sabtu (30/6/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
Advertisement
Harianjogja.com, SYDNEY--Kekeringan memaksa kanguru di sejumlah wilayah Australia memakan bangkai kangguru lainnya hingga makan tisu toilet karena tanaman yang menjadi sumber makanan mereka mati.
Pakar lingkungan di Australia mengatakan jutaan kanguru terancam mati karena kekeringan parah yang melanda sejumlah wilayah khususny di kawasan Timur Australia.
Advertisement
Ahli ekologi independen John Read mengatakan, kekeringan yang berkepanjangan menyebabkan kematian satwa ini dalam skala yang besar. "Kami telah melihat kematian kanguru besar selama 12 bulan terakhir," kata Read.
"Di seluruh Australia tengah, jutaan kanguru pada dasarnya mati kelaparan dan orang-orang akan semakin sering melihat kanguru mati di jalan."
BACA JUGA
Pakar Ekologi dari Universitas New South Wales di Sydney Katherine Moseby mengatakan dirinya pernah menyaksikan kanguru sangat kesulitan mencari makanan di banyak kawasan di Australia.
"Musim panas lalu, kami mengalami kematian kanguru besar-besaran di semua area tempat saya bekerja di zona gersang, tetapi, khususnya, beberapa area di Flinders Ranges di Australia Selatan," kata Moseby.
"Kami melihat kanguru mendatangi toilet umum dan memakan tisu toilet."
"Kami bahkan pernah menyaksikan mereka memakan isi perut kanguru yang mati di pinggir jalan, mereka mencoba mendapatkan nutrisi dari bangkai kanguru. Pemandangan yang cukup mengerikan untuk dilihat.
"Dampak kekeringan misalnya mulai terasa di Cagar Alam Arkaroola di Australia Selatan yang menjadi rumah bagi sejumlah satwa ikonik Australia seperti walabi batu berkaki kuning, yang diklasifikasikan sebagai hampir terancam.
Manajer Vicki-Lee Wilson mengatakan beberapa sumber air minum satwa di kawasan itu telah mengering untuk pertama kalinya sejak pencatatan dimulai.
"Ada beberapa mata air yang kami pikir akan tersedia selamanya, tapi sekarang telah kering selama satu setengah tahun," katanya.
"Air yang tersisa di lubang air benar-benar keruh, kondisinya mengerikan."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Chelsea Kena Sanksi Rp225 Miliar, Ini Sebabnya
- Hujan Deras dan Angin Kencang Ganggu 15 Penerbangan di Juanda
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- MU Hajar Aston Villa 3-1, Setan Merah Kokoh di Tiga Besar Liga Inggris
- Liga Inggris: Palace Gagal Tekuk 10 Pemain Leeds, Fulham Tahan Forest
- Barcelona Bantai Sevilla 5-2: Raphinha Hattrick, Blaugrana Kian Kokoh
- Drama Penalti Gagal, Persija Jakarta Ditahan Imbang Dewa United
- Jadwal KRL Jogja ke Solo Hari Ini Senin 16 Maret 2026 Terbaru
- Fokus Mudik Lebaran 2026: Tips Hindari Macet di Jalur Nagreg
- Jadwal Imsakiyah Jogja Hari Ini Senin 16 Maret 2026 Terbaru
Advertisement
Advertisement









