Advertisement
99 Orang Tewas akibat Demonstrasi di Irak
Seorang demonstran memegang bendera Irak pada saat protes anti-pemerintah yang berubah menjadi kekerasan, di Baghdad, Irak, 5 Oktober 2019. - REUTERS/Thaier Al/Sudani
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan penghentiaan demonstrasj antipemerintah yang telah menyebabkan hampir seratus orang kehilangan nyawa di Irak
Para pendemo mengatakan mereka menuntut berbagai isu, termasuk soal pengangguran, layanan publik yang buruk dan korupsi di negara itu.
Advertisement
Kepala Misi Bantuan PBB untuk Irak Jeanine Hennis-Plasschaert mengatakan, “Banyak kematian dan cidera dalam lima hari. Ini harus dihentikan.”
Mereka yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa harus dibawa ke pengadilan, ujarnya. Kemarin pasukan keamanan membubarkan unjuk rasa massa di timur Baghdad.
Lima orang disebut tewas dalam bentrokan terbaru di ibu kota. Pasukan keamanan kembali dilaporkan menggunakan peluru tajam dan gas air mata.
Setidaknya 99 orang meninggal dunia dan hampir 4.000 terluka sejak aksi demonstrasi terjadi di ibu kota pada Selasa silam sebelum akhirnya menyebar ke Irak selatan, menurut komisi hak asasi manusia Irak.
Insiden itu merupakan kerusuhan yang paling mematikan sejak kelompok yang disebut sebagai Negara Islam atau ISIS dinyatakan dikalahkan di Irak pada 2017.

Aksi tersebut dipandang sebagai tantangan terbesar pertama bagi pemerintahan Perdana Menteri Adel Abdel Mahdi, yang terjadi hampir setahun sejak dia berkuasa.
Pihak berwenang telah berusaha mengendalikan aksi unjuk rasa melalui penerapan jam malam dan pemblokiran internet.
Jam malam di Baghdad dicabut pada Sabtu (5/10) dan kelompok-kelompok kecil pengunjuk rasa mulai melakukan aksi kembali. Menurut kantor berita setempat seperti dikutip BBC.com pada Minggu (6/10/2019), alun-alun Tahrir Square telah menjadi titik aksi massa, namun tempat itu diblokir pada hari Sabtu.
Beberapa stasiun TV diserang, termasuk kantor berita Al-Arabiya milik Arab Saudi. Di Nasiriyah, demonstran membakar markas enam partai politik yang berbeda. Ribuan orang juga melakukan aksi di kantor gubernur Diwaniyah.
Para demonstran tampaknya tidak dipimpin oleh siapapun saat ini dan kemarahan mereka semakin meradikalisasi tuntutan mereka.
Kondisi kehidupan sangat buruk di beberapa daerah Irak yang kena dampak konflik dengan layanan yang tidak memadai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hujan Deras dan Angin Kencang Ganggu 15 Penerbangan di Juanda
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
Advertisement
Libur Lebaran, Mas Marrel Minta Wisatawan Ikut Jaga Kebersihan Jogja
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Solo ke Jogja Minggu 15 Maret 2026, Tarif Rp8.000
- Atletico Madrid Menang 1-0 atas Getafe, Molina Jadi Penentu
- Bayern Ditahan Leverkusen 1-1, Dortmund Menang 2-0 atas Augsburg
- Jadwal Imsakiyah Jogja 15 Maret 2026, Cek Waktu Sahur dan Buka
- Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Dinilai Ancaman Demokrasi
- Arus Mudik 2026, Kendaraan Masuk Jogja via Tol Prambanan Naik
- Diskon Tol Mudik 2026: Tarif Cikampek-Kalikangkung Dipangkas
Advertisement
Advertisement








