Advertisement
Perguruan Tinggi Diminta Ikut Bantu Selesaikan Masalah Papua
Presiden Joko Widodo (tengah) saat berada di Surakarta memperingati Hari Batik Nasional, Rabu (2/10/2019). - Instgaram @jokowi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Forum Rektor Indonesia bersama Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (3/10/2019).
Dalam kesempatan itu, mereka berbincang tentang banyak hal. Salah satunya adalah mengenai Papua. Salah satu rektor yang ikut bertemu Presiden, Rektor Universitas Hasanuddin Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan Presiden menyampaikan pesan mengenai Papua kepada rektor sebagai pengelola pendidikan tinggi.
Advertisement
"Persoalan Papua adalah persoalan yang sangat kompleks dan diminta oleh Presiden bagaimana perguruan tinggi ikut sama-sama [membantu Papua], baik [melalui] jalur pendidikan, pengembangan sumber daya manusia di Papua, atau pendekatan kultural," kata Dwia.
Menurutnya, pendekatan pendidikan serta kultural dan pengembangan sumber daya manusia penting meningkatkan harga diri masyarakat Papua.
BACA JUGA
Seperti diketahui, perhatian masyarakat terhadap Papua meningkat belakangan ini menyusul serangkaian kerusuhan yang terjadi di sejumlah daerah di Papua. Kerusuhan itu dipicu oleh banyak sebab, salah satunya mengenai isu rasisme terhadap masyarakat Papua.
Sejumlah pihak di luar negeri, termasuk masyarakat keturunan Papua, sedang memperjuangkan kemerdekaan Papua dari Indonesia. Masalah Papua juga mendapatkan sorotan dari dunia internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pos Damkar Prambanan Sleman Siap Operasi, Tunggu Personel
Advertisement
Tiket Museum Nasional Disesuaikan, Lansia hingga Yatim Gratis
Advertisement
Berita Populer
- Pengguna Transportasi Nataru Tembus 16 Juta Orang
- Kecelakaan Lalu Lintas Gunungkidul Meningkat di 2025
- Jadi Otak Kasus Pemerasan, Anggota Polres Wonogiri Dipecat
- Prabowo: Bantuan Bencana Harus Lewat Mekanisme Resmi
- FORTUNE Indonesia 40 Under 40: Apresiasi Pemimpin Muda Berpengaruh
- Kulonprogo Terapkan Larangan Kantong Plastik Mulai 2026
- Prabowo: Bencana Sumatera Tak Perlu Status Nasional
Advertisement
Advertisement



