Polisi Sebut Ini Tujuan Unjuk Rasa Berkali-Kali di DPR/MPR

Polisi Lalu Lintas beraktivitas di Jalan Gatot Subroto yang ditutup, di Jakarta, Selasa (1/10/2019). Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengalihkan arus lalu lintas di sekitar Kompleks Parlemen Senayan saat berlangsungnya pelantilkan anggota DPR, DPD, dan MPR periode 2019-2024. - Antara/Aprillio Akbar
01 Oktober 2019 13:17 WIB Sholahuddin Al Ayyubi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA— Dalam beberapa hari terakhis, aksi unjuk rasa digelar di gedung DPR RI serta di sejumlah daerah. Polri memprediksi ratusan massa aksi yang beberapa hari terakhir melakukan unjuk rasa anarkis memiliki target menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada tanggal 20 Oktober 2019 nanti.
 
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan sebelum menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakilnya, massa aksi akan menggagalkan pelantikan DPR, DPD dan MPR terlebih dulu. Jika massa berhasil menggagalkan pelantikan anggota DPR, DPD dan MPR periode 2019-2024, maka menurut Dedi, aksi akan dilanjutkan pada 20 Oktober 2019 nanti.
 
"Diduga kuat [tujuannya] menggagalkan pelantikan anggota DPR/MPR hari ini, kalau ini gagal mereka juga akan menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden mendatang,” tutur Dedi, Selasa (1/10/2019).
 
Menurut Dedi, Polri akan terus mengawal seluruh agenda negara agar tidak diganggu para perusuh yang memiliki rencana menggagalkan pelantikan tersebut. Dia memastikan Polri akan mengambil sikap tegas dan memproses hukum siapapun yang terbukti memiliki agenda setting menggagalkan pelantikan itu.
 
"Kami akan tindak tegas dan proses hukum jika ada yang terbukti punya niat seperti itu," katanya.
 
 
 
 
 

Sumber : Bisnis.com