Dampak Gempa NTT M7,7: 47 Orang Tewas, 5.000 Warga Mengungsi
Gempa NTT M7,7 menewaskan 47 orang dan memaksa lebih dari 5.000 warga mengungsi. BNPB mencatat kerusakan masif di sejumlah wilayah.
Sejumlah anggota Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial Indonesia. /Ist-Gema.
Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak 100 orang perwakilan petani dan pendamping perhutanan sosial dari 22 Kabupaten dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur menggelar konsolidasi gerakan masyarakat perhutanan sosial di Pemalang,Jawa Tengah. Pertemuan itu dilakukan dalam rangka mencermati perkembangan politik jelang pelantikan Presiden Joko Widodo periode kedua.
Para petani dan pendamping Gerakan Masyarakat (Gema) Perhutanan Sosial Indonesia menyatakan dukungan penuh kepada Presiden Joko Widodo. "Kami telah memenangkan Jokowi dengan rata-rata suara di atas 85 persen, bahkan ada TPS di basis kami Jokowi menang 100 persen,karena mendukung program perhutanan sosial skema ijin pemanfaatan hutan perhutanan sosial,” terang Ketua Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial Indonesia dalam rilis kepada Harianjogja.com, Minggu (29/9/2019).
Terkait aksi protes yang dipicu oleh pembahasan sejumlah RUU kontroversial, ia mengapresiasi sikap Presiden untuk menghentikan pembahasan utamanya RUU Pertanahan. “Kami belum pada posisi darurat menyusun suatu RUU Pertanahan yang justru berorientasi menyimpangi UU No 5 Tahun 1960. Perpres Reforma Agraria yang ditandatangan oleh Presiden Jokowi pada September 2018 sementara sudah merupakan kemajuan baik, jangan sampai RUU Pertanahan menganulir warisan baik Jokowi,” katanya.
Ia menambahkan Jokowi saat ini masih tersandera partai-partai, dan kelompok-kelompok yang akan mengambil manfaat baik dari kalangan pendukung mau pun oposisi. “Tapi percayalah pak Jokowi, sampeyan ora sendirian [kamu tidak sendirian]," ujarnya.
Siti menambahkan sejumlah kemajuan pada pemerintahan Presiden Jokowi termasuk adanya kebijakan Perhutanan Sosial harus terus dilanjutkan. Gejolak politik melalui aksi sejumlah kalangan termasuk mahasiswa dan masyarakat sipil lain, tidak bisa menggoyahkan pendirian petani hutan untuk tetap bersama berada mendukung Joko Widodo.
Oleh karena, lanjutnya, Gema Perhutanan Sosial Indonesia akan turun berdemontrasi untuk memberikan dukungan penuh kepada Presiden Joko Widodo pada Hari Selasa, 8 Oktober 2019 bersama petani hutan se-Jawa sebanyak 10.000 orang di depan istana merdeka Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa NTT M7,7 menewaskan 47 orang dan memaksa lebih dari 5.000 warga mengungsi. BNPB mencatat kerusakan masif di sejumlah wilayah.
Simak jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo pada Senin 17 Agustus 2026, lengkap dengan jam keberangkatan dari Tugu dan Kutoarjo.
Sukardi meraih gelar doktor di FH UII setelah meneliti nalar hakim dalam pembuktian kesengajaan ganda pada kasus korupsi kolektif.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Stasiun Tugu Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Simak jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Tiga orang yang disebut anggota OPM tewas dalam kontak senjata dengan TNI di Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.