Defisit Dagang Membengkak, Uni Eropa Negosiasi dengan China
Uni Eropa dan China menyepakati aturan perdagangan untuk mengendalikan ekspor mobil listrik, mempermudah ekspor tanah jarang, dan menekan defisit dagang.
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Polda Metro Jaya mengungkap kronologi meninggalnya seorang warga dalam peristiwa kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan proses evakuasi korban tidak dapat dilakukan secara langsung karena situasi di lokasi masih tidak kondusif.
Menurutnya, petugas harus mempertimbangkan keselamatan personel sekaligus menunggu kondisi yang memungkinkan untuk melakukan evakuasi.
"Begitu lokasi sudah berhasil diamankan, Tim Biddokkes Polda Metro Jaya langsung mengevakuasi seorang laki-laki yang ditemukan dalam kondisi pingsan," kata Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Setelah dievakuasi, korban dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, yakni Rumah Sakit Mintohardjo. Korban kemudian mendapatkan penanganan medis, tetapi dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan.
Jenazah selanjutnya dipindahkan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk keperluan identifikasi dan visum.
Budi mengatakan kepolisian juga telah menemui keluarga korban, termasuk anak kandungnya, untuk berkoordinasi terkait penanganan jenazah.
"Guna keperluan proses identifikasi dan visum, jenazah korban kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Pihak kepolisian juga telah menemui keluarga almarhum, yakni anak kandung korban untuk berkoordinasi secara langsung," ujar Budi.
Penyidik sebelumnya telah mengajukan permohonan untuk dilakukan otopsi guna memastikan penyebab pasti kematian korban. Namun, keluarga menolak tindakan medis tersebut.
"Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan otopsi. Kami memahami dan berempati atas kondisi duka yang dialami keluarga, sehingga untuk sementara, penyidik belum meminta keterangan lebih lanjut," tutur Budi.
Pedagang Cermin Keluar Rumah Saat Kericuhan
Korban diketahui merupakan Bambang Setiyawan, 59, pedagang cermin yang tinggal di kawasan Pejompongan. Bambang meninggal setelah keluar dari rumahnya ketika kericuhan berlangsung pada Kamis (27/8) malam.
Istri korban, Sudarsi, 56, mengatakan Bambang sebelumnya masih berjualan cermin bersamanya di Pejompongan pada Kamis sore.
Sudarsi menuturkan dirinya masih menemani Bambang berjualan hingga sekitar pukul 16.30 WIB. Padahal, biasanya mereka baru menutup tempat usaha sekitar pukul 18.00 WIB.
Namun, situasi berubah setelah Sudarsi melihat massa mulai berdatangan. Ia kemudian meminta Bambang menutup tempat usaha lebih awal demi menghindari situasi yang tidak aman.
"Sebenarnya kita belum tutup. Tutupnya itu jam 18.00. Tapi karena saya lihat massa sudah banyak, akhirnya saya bilang sama Bapaknya, 'Itu massa sudah banyak, tutup'," kata Sudarsi saat ditemui wartawan, Jumat.
Kondisi kericuhan yang terjadi di kawasan tersebut kemudian menjadi rangkaian peristiwa hingga Bambang ditemukan dalam kondisi pingsan dan dievakuasi oleh petugas setelah lokasi dinyatakan aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Uni Eropa dan China menyepakati aturan perdagangan untuk mengendalikan ekspor mobil listrik, mempermudah ekspor tanah jarang, dan menekan defisit dagang.
Formula 1 menyepakati kontrak 10 tahun dengan Rwanda. Grand Prix Afrika direncanakan berlangsung mulai awal 2030-an di sirkuit baru Bugesera.
Gunungkidul kekurangan guru SD-SMP. Disdik menugaskan guru sekolah swasta dan guru TK untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.
KPK menyita Toyota Land Cruiser milik Arif Sugiyanto yang diduga digunakan untuk pengumpulan uang dalam kasus korupsi ATR/BPN.
BNPB mencatat karhutla di kawasan Tanjung Puting mencapai 513,89 hektare. Asap tebal menghambat pemadaman melalui udara di Kalteng.
Simak sinopsis Insidious: Out of the Further, film horor tentang Gemma yang bisa memasuki The Further dan membawa makhluk gaib ke dunia nyata.