Jadi Korban Demo di DPR RI, Seorang Mahasiswa Alami Pendarahan Otak hingga Patah Tulang

Faisal Amir, Mahasiswa Al Azhar korban demo rusuh di depan Gedung DPR. - Foto istimewa/Suara.com
25 September 2019 15:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Aksi demonstrasi mahasiswa yang digelar di depan DPR RI, Selasa (24/9/2019) menimbulkan korban luka-luka.

Mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia Faisal Amir telah menjalani operasi di Rumah Sakit Pelni akibat luka-luka saat ikut demonstrasi yang berujung rusuh tersebut. Operasi dilakukan di bagian kepala dan tulang bahu Faisal.

Direktur Rumah Sakit Pelni dr Dewi Fankhuningdyah mengatakan tindakan operasi diambil lantaran Faisal mengalami pendarahan di bagian kepala. Selain itu, bahu tangan Faisal mengalami patah tulang. Sehingga penindakan medis secara cepat harus dilakukan hari yang sama saat Faisal dibawa ke rumah sakit.

"Sesuai hasil pemeriksaan, pasien dilakukan operasi karena ditemukan pendarahan di bagian kepala dan juga patah di bahu tangan. Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan pasien masih perawatan di RS Pelni," kata Dewi di RS Pelni, Rabu (25/9/2019).

"Kondisi terakhir pasien cukup baik, progresnya cukup memuaskan tapi dalam keaadaan tidak stabil sehingga masih butuh pengawasan di ICU," sambungnya.

Dewi menjelaskan tim dokter telah berhasil melakukan operasi terhasap Faisal di bagian kepala yang mengalami pendarahan sekaligus patah tulang bahu. Kendati begitu pengawasan terhadap kondisi Faisal terus dioantau selama 2 x 24 jam.

"Operasi yang diberikan mungkin dalam bahasa awamnya adalah evakuasi pendarahan di kepala dan stabilisasi tulang di daerah organ," ujarnya.

Menurutnya, meski belum melewati massa kritis, penanganan medis terhadap Faisal masih sebatas operasi tersebut. Belum ada tindakan medis lain yang bakal dilakukan sejauh ini.

Terkait penyebab hingga Faisal mengalami luka berat tersebut, Dewi belum memberikan keterangan resmi lantaran belum mengetahui.

"Sejauh ini dengan kondisi pasien untuk tindakan mungkin belum dibutuhkan. Karena pasien masih mengalami pengawasan intensif," katanya.

Sumber : Suara.com