Penerbangan Muscat-Medan Dibuka, Wisatawan Timur Tengah Dibidik
Penerbangan Muscat-Medan resmi dibuka. Rute SalamAir diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan Timur Tengah ke Sumatra Utara dan Danau Toba.
Imam Nahrawi. /Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta keterangan dua saksi terkait dugaan aliran dana kepada mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (IMR).
KPK pada Senin memeriksa dua saksi, yakni mantan Sesmenpora periode 2014-2016 Alfitra Salamm dan Kabid Olahraga Internasional Kemenpora Ferry Hadju untuk tersangka Miftahul Ulum (MIU) yang merupakan asisten pribadi mantan Menpora Imam Nahrawi (IMR).
Pemeriksaan itu dilakukan dalam penyidikan kasus suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran 2018.
"Kami mengonfirmasi pengetahuan saksi terkait dengan dugaan aliran dana dari pihak di KONI kepada IMR yang juga kami sudah umumkan sebagai tersangka beberapa waktu yang lalu," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Senin (23/9/2019).
Usai diperiksa, Alfitra mengaku dikonfirmasi oleh penyidik KPK soal tugas Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). "Saya hanya ditanya sebagai tugas KPA aja, tadi hanya sebentar (pemeriksaan) tidak sampai satu jam," ucap Alfitra.
Ia pun menyatakan bahwa dirinya tidak ada kaitan dengan pokok perkara tersebut. "Kasus 2018 saya sudah tidak jadi Sesmenpora lagi, saya Sesmenpora sampai 2016. Jadi, saya tidak ada kaitan sama pokok perkara," ungkap Alfitra.
Saat dikonfirmasi apakah dirinya pernah dimintai dana oleh Imam Nahrawi, ia enggan menjelaskannya lebih lanjut. "Nanti dilihat di pengadilan saja. Yang jelas saya hanya diminta tugas saya sebagai KPA saja," ujar Alfitra.
Diketahui, KPK pada Rabu (18/9/2019) mengumumkan Miftahul dan Imam Nahrawi (sebagai tersangka dalam pengembangan perkara suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran (TA) 2018. Imam diduga menerima uang dengan total Rp26,5 miliar.
Uang tersebut diduga merupakan "commitment fee" atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.
Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait. Adapun rinciannya, dalam rentang 2014-2018, Menpora melalui Ulum diduga telah menerima uang sejumlah Rp14,7 miliar.
Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Penerbangan Muscat-Medan resmi dibuka. Rute SalamAir diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan Timur Tengah ke Sumatra Utara dan Danau Toba.
Gelombang panas ekstrem di AS tewaskan 25 orang, pecahkan rekor suhu, dan sebabkan listrik padam di ratusan ribu rumah.
My Esti tegaskan PIP di Kulonprogo tanpa potongan. Warga juga dorong sekolah gratis hingga SMA lebih diprioritaskan.
Telur, dendeng, dan popcorn ternyata bisa jadi camilan sehat untuk jantung jika dikonsumsi dengan tepat, menurut ahli gizi.
Anak 8 tahun terseret ombak di Pantai Gua Cemara Bantul. Tim SAR lanjutkan pencarian esok hari.
Sumur minyak tradisional di Aceh Timur meledak. Api masih berkobar, petugas lakukan pemadaman dan pengamanan lokasi.