Advertisement
Anak Jokowi Disebut Tak Punya Kesempatan Lagi Mendaftar Pilkada Solo 2020
Gibran Rakabuming Raka saat mendatangi Kantor DPC PDIP Solo, Senin (23/9/2019). - Solopos/Nicolous Irawan
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO- Nama anak sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, disebut tidak masuk dalam daftar nama yang diusung DPC PDIP dalam Pilkada Solo.
DPC PDIP memastikan hanya ada dua nama yang diusung untuk maju dalam Pilkada Solo 2020, yakni Achmad Purnomo dan juga Teguh Prakosa. Dua nama itulah yang kemudian dibawa untuk disampaikan ke DPP PDIP.
Advertisement
Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo sendiri yang membawa berkas pengusulan dua nama tersebut ke Jakarta. Sebelum berangkat ke Jakarta, Rudy menyampaikan tidak ada nama Gibran dalam berkas yang dibawanya.
"Kami sudah tidak membuka pendaftaran, (Gibran) sudah tidak ada kesempatan. Kami penugasan dari partai," tegasnya kepada Suara.com-jaringan Harianjogja,com, Senin (23/9/2019).
BACA JUGA
Dari aspirasi lima anak ranting, Rudy menambahkan, mengusulkan nama Achmad Purnomo dan juga Teguh Prakosa. Dua nama itulah yang akan dibawa ke DPP PDIP.
"Adanya cuma satu pasang saja, dan itu Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa. Kalau untuk penjaringannya kan jelas, kami punya suara di atas 25 persen, jadi kami melakukan penjaringan secara tertutup," ucapnya.
Rudy menambahkan, peluang Gibran untuk melakukan pendaftaran langsung ke DPP tidak ada. Mengingat, DPP tidak membuka pendaftaran.
"Kalau penugasan itu hanya di DPRD Provinsi, DPRD kota. Yang mengerti wilayah DPC," kata dia.
Sebelumnya, Gibran Rakabuming Raka sendiri sudah melakukan pendaftaran sebagai kader PDIP. Langkah ini diambil Gibran sebagai jalan untuk maju pada Pilwalkot Solo 2020 mendatang.
Gibran dipastikan sudah terdaftar sebagai kader PDIP. "Saya sudah menjadi keluarga PDIP," kata Gibran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
Advertisement
MBG Sleman Saat Ramadan Diawasi Ketat, Wajib Gizi Seimbang
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Investasi YIA Kulonprogo Digenjot, Kadin-Pemkab Solid
- Alibaba & ByteDance Tantang Google Nano Banana
- DPUPKP Sleman Siapkan Sistem Jasa Tukang untuk Pendatang
- Gempa dan Hidrometeorologi Masih Mengancam, Bantul Siaga
- KSP Nasari Dorong Kemandirian Koperasi Desa/Kelurahan
- Jadwal KA Bandara YIA 12 Februari 2026 Lengkap
- Daihatsu Bertahan di Posisi 2, Gran Max Pick Up Jadi Andalan
Advertisement
Advertisement







