Ini Cara Kader Nasdem DIY Menangkal Hoaks

Ilustrasi Partai Nasdem - JIBI
20 September 2019 09:17 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Puluhan kader Partai Nasdem DIY dilatih menangkal hoaks melalui pelatihan jurnalistik yang digelar di salah satu hotel di Kota Jogja, Kamis (19/9/2019). Pemahaman terkait etika pemberitaan dinilai menjadi materi penting bagi kader partai ini untuk merespons hoaks yang sering berkembang di masyarakat.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasdem DIY Tommy Nursamsu menjelaskan, di tengah perkembangan teknologi yang cepat, pihaknya memandang perlu untuk memberikan bekal bagi kadernya dalam merespons informasi di tengah masyarakat. Oleh karena itu sebanyak 40 kader Nasdem di DIY diberikan pelatihan berkaitan dengan jurnalistik.

“Tujuannya agar kader lebih melek terhadap teknologi informasi, sehingga bisa merespons dengan baik perkembangan informasi di wilayahnya,” terang dia dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (20/9/2019).

Tommy menilai pentingnya kader diberikan materi tersebut, apalagi saat ini seringkali beredar berita yang belum tentu benar dan berkembang dengan liar di tengah masyarakat. Paling tidak kadernya bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam penyebaran berita hoaks tersebut.

“Jadi semua kader bisa ikut menyebarkan berita fakta yang memang penting untuk diketahui masyarakat sekaligus memahami bagaimana esensi berita itu, sebaliknya meminta masyarakat agar tidak asal menyebarkan berita yang belum tentu benar,” katanya.

Perwakilan Yayasan Dharma Bakti Lestari Profesor Ratno Lukito yang hadir dalam pelatihan itu mengakui pentingnya pemahaman pemberitaan dalam upaya menangkal hoaks. Di era saat ini teknologi yang berkembang cepat membuat banyak pihak gagap menghadapinya sehingga berita bohong yang berpotensi menimbulkan konflik beredar dengan cepat.

“Sehingga harus ada strategi dalam menangkal hoaks ini. Karena hoaks sangat mempengaruhi konflik horisontal dan masyarakat tidak siap menghadapi kemajuan teknologi ini, akibat dari perkembangan teknologi itu bisa muncul konflik berawal dari hoaks,” katanya.