Bulog Minta Mitra Penggilingan Tingkatkan Standar untuk Kualitas Beras
Bulog mengajak mitra penggilingan padi menjaga kualitas beras seiring stok Cadangan Beras Pemerintah mencapai 5,4 juta ton.
Ilustrasi penangkapan/Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JAYAPURA--Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja mengakui, anggotanya sudah menangkap Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Agus Kosay yang merupakan organisasi mendukung lepasnya Papua dari NKRI di kawasan Hawaii, Sentani, Selasa (17/9/2019) malam.
Dikutip Antara Rudolf Rodja mengatakan selain menangkap Agus Kosay pihaknya juga meringkus Doni Itlay, anggota KNPB yang saat itu keduanya sedang mengendarai sepeda motor. Mantan Kapolda Papua Barat itu mengaku, sepeda motor yang dikendarai keduanya merupakan kendaraan curian.
Saat ditangkap keduanya tidak melakukan perlawanan, aku Rodja seraya menambahkan Agus Kosay sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Ketika ditanya tentang berapa banyak anggota KNPB yang masuk DPO, Kapolda Papua enggan mengungkapkan namun yang pasti pihaknya akan menangkap mereka yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi makar .
“Polisi akan menangkap mereka yang sudah masuk dalam DPO,” tegas Irjen Pol Rodja.
Sebelumnya polisi juga sudah menangkap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USTJ AG dan mantan Ketua BEM Fisip Uncen FBK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bulog mengajak mitra penggilingan padi menjaga kualitas beras seiring stok Cadangan Beras Pemerintah mencapai 5,4 juta ton.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Oknum anggota Polres Tanjab Timur, Bripka SO, dipatsus usai video dirinya berada di arena judi sabung ayam viral. Kasus masih didalami Propam.
Menpar Widiyanti menilai desainer berperan penting memperkenalkan budaya Indonesia melalui wastra sekaligus mendorong shopping tourism.
Bumkal Sumberharjo Sleman sukses memanen melon premium di tanah kas kalurahan. Pemkab Sleman menilai inovasi ini berpotensi meningkatkan ekonomi desa.
Pemerintah mengungkap alasan Indonesia masih tertinggal dari Vietnam dalam pengembangan energi baru terbarukan meski memiliki potensi PLTS mencapai 7.700 GW.