Gunung Lokon Berstatus Waspada, Kawah Dibatasi Radius 1,5 Km
Gunung Lokon di Tomohon masih berstatus Waspada. Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati Kawah Tompaluan dalam radius 1,5 kilometer.
Ilustrasi penangkapan/Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JAYAPURA--Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja mengakui, anggotanya sudah menangkap Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Agus Kosay yang merupakan organisasi mendukung lepasnya Papua dari NKRI di kawasan Hawaii, Sentani, Selasa (17/9/2019) malam.
Dikutip Antara Rudolf Rodja mengatakan selain menangkap Agus Kosay pihaknya juga meringkus Doni Itlay, anggota KNPB yang saat itu keduanya sedang mengendarai sepeda motor. Mantan Kapolda Papua Barat itu mengaku, sepeda motor yang dikendarai keduanya merupakan kendaraan curian.
Saat ditangkap keduanya tidak melakukan perlawanan, aku Rodja seraya menambahkan Agus Kosay sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Ketika ditanya tentang berapa banyak anggota KNPB yang masuk DPO, Kapolda Papua enggan mengungkapkan namun yang pasti pihaknya akan menangkap mereka yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi makar .
“Polisi akan menangkap mereka yang sudah masuk dalam DPO,” tegas Irjen Pol Rodja.
Sebelumnya polisi juga sudah menangkap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USTJ AG dan mantan Ketua BEM Fisip Uncen FBK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gunung Lokon di Tomohon masih berstatus Waspada. Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati Kawah Tompaluan dalam radius 1,5 kilometer.
Dinkes Sleman mencatat 112 kasus leptospirosis dan dua kematian hingga September 2026, serta 80 kasus suspek dengan dua kematian.
iFixit membongkar iPhone Duo dan menemukan dugaan penyebab layar retak. Ponsel lipat Apple ini mendapat skor reparabilitas 5/10.
Veda Ega Pratama kecewa setelah Moto3 Australia 2026 dibatalkan akibat cuaca buruk. Ia kini mengalihkan fokus ke GP Malaysia.
SUV hybrid ini juga dibekali fitur penyuplai listrik untuk perangkat eksternal dan diklaim berpotensi menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dengan satu tang
Petani Gunungkidul mulai mengolah lahan dan menyiapkan benih serta pupuk sambil menunggu musim hujan yang diperkirakan tiba pada Desember 2026.