PLN Siagakan 45.000 Personel Kawal Listrik HUT RI ke-81

Newswire
Newswire Minggu, 16 Agustus 2026 23:27 WIB
PLN Siagakan 45.000 Personel Kawal Listrik HUT RI ke-81

Tim PDKB PLN./Ist

Harianjogja.com, DEPOK— PT PLN (Persero) menyiagakan lebih dari 45.000 personel di 2.275 titik untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin (17/8/2026).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan seluruh unit PLN berada dalam status siaga penuh untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kelistrikan selama rangkaian perayaan kemerdekaan.

"Saat ini seluruh unit PLN dalam status siaga penuh. Lebih dari 45 ribu personel kami terjunkan di 2.275 titik siaga seluruh Indonesia. Semua bergerak dan semua fokus," kata Darmawan dalam jumpa pers Siaga Kelistrikan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI secara virtual dari PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) Depok, Jawa Barat, Minggu (16/8/2026).

Cadangan Listrik 9 GW

PLN memproyeksikan beban puncak kelistrikan nasional pada 17 Agustus 2026 mencapai 42,6 gigawatt (GW). Sementara itu, daya mampu pembangkit mencapai 51,6 GW.

Dengan demikian, PLN memiliki cadangan daya sekitar 9 GW atau 21,1% untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik.

Kesiapan tersebut diperkuat dengan 1.517 unit genset, 559 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), dan 1.286 unit gardu bergerak sebagai cadangan pasokan.

Untuk mempercepat penanganan gangguan di lapangan, PLN juga menyiagakan 75 unit kabel bergerak, 318 truk crane, 3.424 mobil operasional, dan 3.583 motor operasional.

Khusus rangkaian kegiatan di Istana Kepresidenan, PLN menyiapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis hingga lima tingkat. Sistem tersebut mencakup pembangkit, penyulang, sistem digital Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), UPS, hingga genset.

Sistem Kelistrikan Kalimantan Berangsur Pulih

Darmawan menegaskan kesiapsiagaan PLN tidak hanya ditujukan untuk mengawal peringatan HUT ke-81 RI, tetapi juga untuk merespons gangguan kelistrikan di berbagai daerah.

Salah satunya sistem kelistrikan Kalimantan yang sebelumnya mengalami gangguan pada sisi pembangkit. Kondisi tersebut kini berangsur pulih setelah mendapat tambahan pasokan dari dua pembangkit.

"Untuk sistem Kalimantan yang sempat mengalami gangguan pembangkit, hari ini sudah berangsur pulih. Ada tambahan pasokan dari dua pembangkit sehingga sistem Kalimantan semakin kuat dan membaik, kami akan terus kawal," ujar Darmawan.

11 Gardu Induk di Flores Kembali Bertegangan

Selain menjaga keandalan listrik selama perayaan kemerdekaan, PLN juga melakukan pemulihan infrastruktur kelistrikan pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026).

Darmawan mengatakan petugas langsung diterjunkan setelah gempa untuk memeriksa dan memperbaiki infrastruktur kelistrikan yang terdampak.

"Begitu gempa terjadi di Flores, NTT, tim PLN langsung bergerak. Tidak menunggu. Apa yang bisa langsung diperbaiki, baik gardu induk, jaringan distribusi, maupun fasilitas lainnya, langsung dikerjakan. Pemulihan terus dikejar," katanya.

Hasilnya, 11 gardu induk yang terdampak gempa telah kembali bertegangan. Selanjutnya, proses penormalan pasokan listrik dilakukan secara bertahap hingga ke pelanggan.

"Alhamdulillah, sore tadi 11 gardu induk yang terdampak sudah kembali bertegangan, selanjutnya proses penormalan dilakukan secara bertahap hingga ke pelanggan," jelasnya.

Dalam proses pemulihan, PLN berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri. Sejumlah lokasi masih menghadapi kendala akses akibat kondisi pascagempa, tetapi pemulihan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat.

"PLN hari ini all out, fokus total. Kami siap mengawal kelistrikan HUT ke-81 RI di seluruh tanah air," kata Darmawan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online