AS Tak Bahas Selat Hormuz, Perundingan dengan Iran Fokus Program Nuklir
Pemerintahan Donald Trump disebut akan memfokuskan perundingan AS-Iran pada program nuklir Teheran, bukan pembukaan Selat Hormuz.
Ilustrasi Keracunan - Freepik
Harianjogja.com, MEDAN— Sebanyak 361 siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (13/8/2026). Satu siswa SMA Negeri 1 Berastagi harus dirujuk ke RSU Haji Medan karena mengalami penurunan kesadaran dan kini menjalani perawatan intensif.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memastikan pemerintah terus mengawal kondisi siswa tersebut hingga pulih. Pasien yang dirujuk dari Kabanjahe itu kini menjalani perawatan di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSU Haji Medan.
"Murid tersebut dirujuk ke RSU Haji Medan setelah kondisinya mengalami penurunan kesadaran," ujar Bobby seusai menjenguk pasien di RSU Haji Medan, Sabtu.
Bobby mengatakan kondisi pasien tersebut lebih berat dibandingkan siswa lainnya. Karena itu, pasien harus mendapatkan penanganan lebih intensif setelah sebelumnya dirawat di Kabanjahe, Kabupaten Karo.
"Kondisi adik kita ini lebih parah ya dibandingkan teman-teman yang lain. Awalnya dirawat di Kabanjahe, namun dirujuk ke sini karena memang kondisinya pas di sana sempat mengalami penurunan kesadaran," jelasnya.
Menurut Bobby, pemerintah akan memastikan proses penanganan pasien berjalan hingga kondisi benar-benar pulih. Ia juga sempat berbincang dengan orang tua pasien asal Karo tersebut.
"Di sini pokoknya kami usahakan, kami tadi janji sampai pulih. Minta orang tua tadi, kalau bisa benar-benar dipulihkan total. Tadi estimasi dari dokternya mungkin dua sampai tiga hari lagi," tuturnya.
361 Siswa Terdampak
Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumut mencatat 361 murid dari SMA Negeri 1 Berastagi serta SMA dan SMK Swasta Bersama di Karo diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu MBG pada Kamis (13/8/2026).
Ratusan siswa tersebut mendapatkan penanganan di empat rumah sakit dan satu klinik. Dari jumlah tersebut, 270 pasien menjalani rawat inap dan 89 pasien menjalani rawat jalan. Selain itu, terdapat pasien yang dirawat di rumah sakit di Medan, termasuk satu pasien yang kini menjalani perawatan di RSU Haji Medan.
Pasien yang dirawat di RSU Haji Medan disebut mengalami kondisi paling berat sehingga membutuhkan pemantauan intensif.
Direktur RSU Haji Medan Yulinda Elvi Nasution mengatakan pasien mengalami nyeri hebat pada bagian perut yang datang berulang. Nyeri tersebut bahkan membutuhkan pemberian obat analgesik untuk membantu meredakan keluhan.
"Merasa kesakitan dari perutnya itu. Sebelum begitu lah, rasa nyeri, nyeri, nyeri sekali. Terus ditambah analgesiknya dari dokter, disuntikkan baru dia tenang. Setengah jam sekali begitulah, kalau nyeri yang terlalu hebat," kata Yulinda.
Pasien tersebut tiba di RSU Haji Medan pada Jumat (14/8) sekitar pukul 13.30 WIB. Hingga Sabtu, kondisi pasien masih dipantau secara intensif oleh tim medis.
Yulinda mengatakan pemeriksaan laboratorium lanjutan juga akan dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi pasien sekaligus mendukung proses penanganan medis.
"Kita masih mau periksa lab-nya lagi lebih lanjut, kan baru diperiksa dari sana, mungkin besok kita ada hasil lab yang baru," ujarnya.
Kasus dugaan keracunan massal tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena berkaitan dengan pelaksanaan program MBG. Penanganan terhadap siswa yang terdampak masih dilakukan, sementara pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintahan Donald Trump disebut akan memfokuskan perundingan AS-Iran pada program nuklir Teheran, bukan pembukaan Selat Hormuz.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat, serta biaya perpanjangan SIM A dan SIM C.
KPK menyebut Summarecon diduga terkait OTT dalam pengurusan HGB di Kabupaten Bogor yang menangkap 17 orang.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Selasa 15 September 2026 tersedia ke 5 tujuan dengan tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 hingga September.
KPK menyita uang tunai yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah dan menangkap 17 orang dalam OTT ATR BPN.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 15 September 2026 tersedia 24 perjalanan, dengan keberangkatan YIA mulai 04.20 WIB dan Tugu 05.16 WIB.