BNPB Kirim Bantuan Lewat Laut ke Pulau Palue Pascagempa NTT

Newswire
Newswire Minggu, 16 Agustus 2026 19:27 WIB
BNPB Kirim Bantuan Lewat Laut ke Pulau Palue Pascagempa NTT

Sejumlah warga terdampak bencana gempa beristirahat di tenda pengungsian di Stadion Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Data Kementerian Sosial mencatat hingga pukul 15.40 WIB, terdapat sekitar dua ribu jiwa dilaporkan terdampak bencana gempa bumi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur. ANTARA FOTO/Mega Tokan/sth/wpa.

Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memanfaatkan transportasi laut untuk menembus keterbatasan akses geografis dan mendistribusikan bantuan logistik kepada korban gempa bumi di wilayah kepulauan terluar Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk Pulau Palue, Kabupaten Sikka.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pengerahan armada kapal dilakukan untuk memastikan warga di wilayah yang terisolasi tetap memperoleh bantuan secara cepat selama masa tanggap darurat.

"Distribusi bantuan ke Pulau Palue di Kabupaten Sikka kami lakukan melalui jalur laut dengan kapal. Langkah ini menjadi solusi percepatan untuk menembus wilayah kepulauan yang memiliki kendala aksesibilitas darat pascabencana," kata Berton dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Penggunaan jalur laut menjadi bagian dari strategi BNPB dalam mengintegrasikan moda transportasi darat, laut, dan udara untuk menjangkau seluruh titik pengungsian yang terdampak gempa di NTT.

Untuk wilayah Kabupaten Sikka, bantuan yang telah disalurkan mencakup kebutuhan penampungan darurat berupa 146 tenda keluarga, 5 tenda pengungsi, 200 kasur lipat, 700 selimut, dan 400 tikar.

BNPB juga mendistribusikan kebutuhan dasar masyarakat berupa 300 paket sembako, 100 paket kids ware, 100 paket hygiene kit, 5 unit tangki air, 10 unit genset, serta perangkat penerangan atau light tower.

Kepala BNPB Suharyanto menegaskan pengaktifan posko darurat dan optimalisasi jalur distribusi di daerah menjadi prioritas selama masa tanggap darurat.

Upaya tersebut dilakukan agar seluruh penyintas atau warga terdampak, baik yang berada di pulau utama maupun pulau-pulau kecil, mendapatkan pelayanan dan bantuan secara merata.

Selain BNPB, sejumlah kementerian dan lembaga turut mengerahkan sumber daya untuk mendukung penanganan gempa. Pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota terdampak agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Tim dari BNPB bersama seluruh unsur penanganan bencana juga terus memantau perkembangan situasi dan kebutuhan warga. Dukungan logistik serta peralatan akan dimobilisasi secara cepat untuk memperkuat proses tanggap darurat di seluruh wilayah terdampak.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online