Hasil Kualifikasi MotoGP Qatar 2026, Bezzecchi Rebut Pole
Marco Bezzecchi merebut pole position MotoGP Qatar 2026 setelah menjadi yang tercepat, disusul Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio.
Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). /Antara Foto- Rahmad
Harianjogja.com, BOYOLALI -- Satwa liar jenis monyet meresahkan warga Kelurahan Pulisen, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali. Monyet yang masuk ke permukiman warga bahkan memasuki rumah untuk mengambil makanan.
Hal tersebut disampaikan salah satu warga Kampung Sidomulyo, Pulisen, Boyolali, Putri Maharani. Menurutnya, sejak tiga hari lalu ada beberapa monyet yang mengelilingi kawasan rumahnya.
“Biasanya datang antara pagi dan siang hari. Cukup meresahkan karena kera tidak takut dengan manusia. Pada pagi hari, anak-anak sekolah pun harus berkejar-kejaran dengan para monyet,” kata dia, di Sidomulyo, Selasa (17/9/2019).
Menurutnya, kera-kera itu tak segan masuk ke rumah warga untuk mencari makanan. Buah-buahan maupun tanaman warga juga menjadi sasaran.
Dia menjelaskan kera mendatangi beberapa rumah warga di Sidomulyo, Pulisen.
“Kalau ada yang menjemur nasi atau makanan lain, pasti langsung didatangi. Kera biasanya datang dalam rombongan. Satu rombongan kera bisa mencapai tiga ekor,” ujarnya.
Warga lainnya, Bambang Suprapto, mengatakan biasanya pada musim kemarau kera liar datang ke permukiman karena persediaan makanan dan minuman di dalam hutan habis.
“Kera liar itu sering juga masuk ke rumah warga dan mengambil makanan. Mereka langsung diusir namun kembali lagi mendatangi rumah warga,” tandas dia.
Saat didatangi di lokasi tersebut, Selasa siang, tidak terlihat kera yang mendatangi permukiman warga.
Saat dimintai tanggapan, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM) Junita Parjanti mengatakan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Gunung Merbabu dapat membuat satwa liar mencari area aman.
“Daerah Pulisen, Kecamatan Boyolali adalah daerah perkotaan. Satwa liar yang berkeliaran itu bukan akibat dari karhutla di Merbabu. Misalnya monyet ekor panjang berkeliaran di daerah Selo, Boyolali, bisa saja terjadi, karena Selo dekat dengan Merbabu,” kata dia saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa.
Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Nur Hanifah, mengatakan saat ini belum mendapatkan laporan mengenai satwa liar yang turun akibat karhutla di Merbabu.
“Kami belum mendapatkan laporan apa pun mengenai monyet ekor panjang yang berkeliaran di Boyolali. Warga yang masih melihat satwa liar tersebut bisa menghubungi call center BKSDA Jateng,” kata dia.
Ia mengatakan ada dua kemungkinan monyet ekor panjang turun ke perkotaan di Kabupaten Boyolali. Pertama, monyet ekor panjang peliharaan warga sekitar lepas dan kabur. Kedua, akibat dari karhutla di Merbabu.
“Kedua kemungkinan itu bisa terjadi, saya minta kepada warga jangan membuang sisa makanan sembarangan. Sisa makanan tersebut dapat mengundang monyet liar untuk masuk ke permukiman warga. Perlu diketahui, monyet ekor panjang ini bisa mengigit manusia yang mengusik keberadaannya,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Marco Bezzecchi merebut pole position MotoGP Qatar 2026 setelah menjadi yang tercepat, disusul Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio.
Lando Norris merebut pole position F1 GP Brasil 2026 di Interlagos. Verstappen ke-16, sementara Russell dan Leclerc terkena penalti.
Veda Ega Pratama finis kedelapan dalam kualifikasi Moto3 Qatar 2026, tetapi harus memulai balapan dari posisi ke-14 akibat penalti.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 8 November 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatannya.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Minggu 8 November 2026, tersedia enam keberangkatan setiap arah dengan tarif Rp12.000.
Kasus PMK di Bantul menurun. DKPP mencatat 51 sapi terpapar sepanjang Januari-Oktober 2026 dan menuntaskan 27.500 dosis vaksinasi.