Advertisement
SPHP Beras 2025 Diperpanjang, Harga Beras Dijaga Stabil
Beras SPHP. / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperpanjang distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga 31 Januari 2026 melalui skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) yang disetujui Kementerian Keuangan.
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, mengatakan perpanjangan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga beras pasca pergantian tahun dan memastikan masyarakat tetap memperoleh beras berkualitas dengan harga wajar. “Sisa target SPHP beras 2025 sekitar 697,1 ribu ton dapat terus diakselerasi seoptimal mungkin,” ujarnya, Minggu (11/1/2026).
Advertisement
Skema RPATA sendiri diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84 Tahun 2025, memungkinkan penyelesaian pekerjaan yang belum tuntas hingga akhir tahun anggaran. Dengan demikian, Bapanas tetap dapat menyalurkan SPHP beras 2025 sebelum program SPHP 2026 mulai 1 Februari 2026.
Sampai akhir 2025, realisasi penyaluran SPHP beras nasional telah mencapai 802,9 ribu ton, didukung Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,25 juta ton di Perum Bulog. Penyaluran dilakukan melalui koperasi, pasar rakyat, ritel modern, dan kegiatan Gerakan Pangan Murah, untuk menahan kenaikan harga di tingkat konsumen.
BACA JUGA
Bapanas juga menegaskan ketersediaan beras nasional aman. Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan tidak ada alasan bagi pelaku usaha sektor perberasan menaikkan harga melebihi ketentuan.
Untuk SPHP beras 2026, target penyaluran telah disepakati 1,5 juta ton berdasarkan rapat koordinasi terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada 29 Desember 2025, dengan pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) masih dalam proses.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
Advertisement
DPRD DIY Temukan Pekerja Sentra Bambu Belum Terkaver BPJS
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- BPS DIY: Pengangguran Turun, Pekerja Formal Meningkat
- Pemkab Sleman Perkuat Ketahanan Rumah Tahan Gempa Lewat Program RTLH
- Habiburokhman Tolak Hukuman Mati untuk Ayah Pelaku Pembunuhan di Paria
- Bank Jateng Dukung Digitalisasi Retribusi Pasar Surakarta
- Hotel dan Restoran di DIY Mulai Jual Paket Bukber Ramadan
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- Top Ten News Harianjogja.com Rabu 11 Februari 2026
Advertisement
Advertisement







