Advertisement

Program Bulog Siap Ekspor Beras dan Jagung Setelah Swasembada 2026

Newswire
Minggu, 11 Januari 2026 - 17:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Program Bulog Siap Ekspor Beras dan Jagung Setelah Swasembada 2026 Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjawab pertanyaan awak media usai di sela memimpin Rapat Kerja Nasional bersama seluruh jajaran bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, Minggu (11/1/2026). ANTARA - Harianto

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Perum Bulog menyatakan siap mengekspor beras dan jagung pada 2026, seiring tercapainya swasembada kedua komoditas pangan strategis tersebut.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan kesiapan ini tergantung pada koordinasi dengan pemerintah untuk menentukan negara tujuan dan volume ekspor yang dibutuhkan.

Advertisement

“Kami siap secara operasional, tinggal menunggu informasi peluang dan kebutuhan negara tujuan,” ujar Rizal, Minggu (11/1/2026).

Dorongan ekspor datang dari Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, yang mendorong Bulog memanfaatkan momentum swasembada beras dan jagung. Dorongan serupa disampaikan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman dalam pengumuman swasembada pangan oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada awal Januari 2026.

Rizal menegaskan Bulog tetap mengutamakan penyerapan dalam negeri, dengan target Cadangan Beras Pemerintah (CBP) 4 juta ton sepanjang 2026. Pada semester pertama, penyerapan ditargetkan minimal 3 juta ton, memanfaatkan puncak panen nasional. Sisa target 1 juta ton akan diserap pada semester kedua, menjaga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan ekspor.

“Mayoritas produksi tetap untuk kebutuhan dalam negeri, sementara alokasi ekspor sekitar 1 juta ton,” kata Rizal. Hingga awal Januari 2026, Bulog mengelola 3,25 juta ton stok beras pemerintah, peralihan dari stok 2025, yang menjadi dasar kesiapan ekspor.

Ekspor akan difokuskan ke negara tetangga dan wilayah terdampak krisis atau konflik, namun rencana ini tetap menempatkan kebutuhan domestik sebagai prioritas utama. Koordinasi ketat dengan Kementerian Perdagangan menjadi kunci agar rencana ekspor berjalan lancar dan seimbang dengan target nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Dinkes Kulonprogo: Belum Ada Temuan Kasus Super Flu

Dinkes Kulonprogo: Belum Ada Temuan Kasus Super Flu

Kulonprogo
| Minggu, 11 Januari 2026, 22:57 WIB

Advertisement

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Wisata
| Minggu, 11 Januari 2026, 15:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement