Advertisement
Venezuela Bantah Tuduhan AS soal Milisi dan Pos Pemeriksaan
Massa mengikuti unjuk rasa menentang serangan AS ke Venezuela di New York, 3 Januari 2026. (ANTARA/HO-Xinhua - Zhang Fengguo)
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah Venezuela membantah keras tuduhan Amerika Serikat yang menyatakan situasi keamanan di negaranya tidak aman dan kini dikontrol oleh kelompok bersenjata yang menjalankan pos pemeriksaan di jalan‑jalan. Tuduhan itu muncul setelah Washington memperingatkan warganya untuk segera meninggalkan Venezuela.
Kementerian Luar Negeri Venezuela mengatakan pernyataan Departemen Luar Negeri AS hanya berupa spekulasi yang bertujuan menciptakan persepsi risiko yang sebenarnya tidak ada. Dalam pernyataannya, Venezuela menegaskan bahwa negara itu tetap berada dalam kondisi ketenangan, kedamaian, dan stabilitas penuh.
Advertisement
Pemerintah juga memastikan semua pemukiman, rute transportasi, pos pemeriksaan, dan sistem keamanan berfungsi normal, serta seluruh persenjataan negara berada di bawah kendali otoritas resmi.
Peringatan keamanan AS itu berkaitan dengan laporan bahwa kelompok milisi pro‑pemerintah Venezuela yang dikenal sebagai colectivos disebut oleh Washington melakukan pemeriksaan kendaraan guna mencari warga Amerika atau tanda dukungan terhadap AS.
BACA JUGA
Pemerintah AS menyarankan seluruh warga negaranya di Venezuela segera meninggalkan negara tersebut karena situasi yang “masih dinamis dan berisiko tinggi”.
Langkah AS tersebut terjadi di tengah ketegangan internasional yang meningkat setelah pemerintah AS melancarkan operasi besar di Venezuela awal Januari yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya.
Tindakan tersebut memicu kecaman dari sekutu pemerintahan Venezuela dan negara lain, sementara Caracas menyangkal tuduhan keamanan oleh AS dan menyebut peringatan itu berdasar informasi yang tidak akurat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bansos PKH dan BPNT Kuartal I 2026 Cair 90 Persen, Total Rp20 Triliun
- Kasus Perdagangan Bayi Lintas Daerah, Harga Tembus Rp80 Juta
- Sekjen Kemenaker Diperiksa KPK soal Kasus Sertifikat K3
- Sindikat SMS e-Tilang Palsu Dibongkar, WNA China Kendalikan Operasi
- KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Lebaran 2026
Advertisement
Kasus Pelecehan Siswi SLB Jogja Naik ke Penyidikan, Korban Trauma
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Ramadan 2026, Alumni SMA Bosa Jogja Berbagi 6.000 Takjil
- Sri Purnomo Bantah Dana Hibah Pariwisata Sleman Terkait Pilkada
- Gula Tambahan Berlebih Dapat Tingkatkan Risiko Kerusakan Hati
- Bareskrim Bongkar Jual Beli Bayi di Medsos, Harga Capai Rp80 Juta
- Tips Merawat Motor Saat Musim Hujan dari Honda Jogja
- Mudik Gratis 2026 Dibuka 1 Maret, Kuota 15.834 Penumpang Bus
- Geopark Jogja Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Advertisement
Advertisement







