Harga di Bawah Rp200 Juta, Esemka Dinilai Punya Prospek Pasar yang Positif

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberi keterangan perihal mobil Esemka kepada wartawan di Boyolali Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). JIBI/Bisnis - Chamdan Purwoko
06 September 2019 13:57 WIB Chamdan Purwoko News Share :

Harianjogja.com, BOYOLALI - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai mobil buatan lokal Esemka, memiliki prospek pasar yang bagus di masa mendatang.

"Kendaraan dengan harga di bawah Rp200 juta selalu memiliki prospek yang baik di Indonesia, karena pasarnya besar. Karena itu mobil Esemka saya rasa punya prospek yang baik ke depan" ujar Airlangga saat tiba di pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi, Boyolali sesaat sebelum dilakukan peresmian fasilitas produksi oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (6/9/2019).

Menurut dia, mobil dengan harga di bawah Rp200 juta merupakan produk yang menjadi sarana untuk migrasi dari pemilik kendaraan roda dua menuju pemilikan mobil.

Untuk saat ini, ujarnya, mobil Esemka yang diproduksi massal yakni Tipe Bima 1.2 dan Bima 1.3 merupakan jenis kendaraan niaga (pikap).

"Dengan harga di bawah Rp200 juta dan kapasitas muat barang cukup besar, mobil Esemka akan mampu berkompetisi di pasar,” kata Airlangga.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus mendorong industri komponen lokal sebagai industri pendukung bagi industri otomotif sebagai upaya memacu tingkat kandungan komponen lokal.

"Semakin banyak menggunakan komponen lokal, kendaraan bermotor akan semakin kompetitif," tutur Menperin.

Saat ini, mobil Esemka memiliki tingkat kandungan lokal 60 persen, dan diharapkan ke depan semakin besar penyerapannya.

Menteri Airlangga menjelaskan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreaksi---produzen mobil Esemka----merupakan pabrik pertama yang berlokasi di Jawa Tengah. Selama ini, klaster industri kendaraan bermotor berada di Jawa Barat.

Dia berharap kehadiran pabrik mobil Esemka di Boyolali akan makin memacu pertumbuhan ekonomi  Jawa Tengah maupun nasional. 

"Sekarang ini, pabrik Esemka menyerap sekitar 300 orang pekerja pabrik yang semuanya orang lokal. Mereka bekerja satu shift. Saya berharap ke depan pabrik ini terus berkembang sehingga semakin banyak pekerja yang terserap," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sampai saat ini terdapat 12 model mobil Esemka yang telah lulus uji tipe.

"Namun, untuk saat ini baru dua model yang diproduksi secara massal," kata Budi Karya di tempat yang sama.

Ketika ditanya tentang kemungkinan potensi ekspor Esemka, Budi Karya berpendapat, kendaraan buatan lokal ini memiliki peluang ekspor ke negara-negara berkembang seperti Myanmar.

Sumber : Bisnis.com