Kerusuhan Papua: Lapas Dibakar, Napi Melarikan Diri

Aparat keamanan dalam menjaga keamanan ini hanya menggunakan tameng guna mengamankan obyek-obyek vital di sepanjang jalan Kota Abepura-Jayapura, yang akan dilewati para demonstran, Kamis 29 Agustus 2019. - Antara/Reno Esnir.
30 Agustus 2019 16:37 WIB Feni Freycinetia Fitriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna H Laoly menyesalkan demo anarkis yang terjadi di beberapa titik di Jayapura, Papua.

Dia mengatakan telah terjadi perusakan Lapas Abepura, Jayapura. "Itu yang kami sesalkan, di Lapas Abepura juga ada sedikit insiden dapur dibakar. Ada empat [narapidana] melarikan diri," katanya di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta Pusat, Jumat (30/8/2019).

Dia mengaku telah memerintahkan Kepala Kanwil Papua, Kepala Kanwil Papua Barat, dan seluruh unit yang ada di wilayah tersebut untuk terus siaga, tidak terprovokasi, atau memprovokasi.

Yasonna menginstruksikan agar semua pihak tetap tenang dan berupaya melakukan dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat di Papua.

Bukan itu saja, pemerintah juga akan mengumpulkan informasi apakah ada kelompok dari dalam atau luar negeri yang bermain di Papua. Menurutnya, perusakan fasilitas umum justru tidak ada gunanya malah menganggu rantai distribusi kebutuhan pokok di Papua.

"Semua kita serahkan ke Pak Menko [Menkopolhukam Wiranto] dan jajaran yang ditugaskan. Tentu ada pihak-pihak yang mencoba memancing di air keruh. Yang pasti, kita sebagai anak bangsa harus segera sekarang menahan diri. Baik masyarakat Papua atau di luar Papua," imbuhnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia