Beri Rapor KMS agar Program Tak Salah Sasaran

Kegiatan pengisian raport keluarga pemegang KMS di Kelurahan Wirogunan beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/Ist
29 Agustus 2019 07:07 WIB Abdul Hamied Razak News Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kelurahan Wirogunan telah menyelesaikan pengisian Rapor Keluarga bagi para pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS). Dengan rapor tersebut diharapkan program-program pemberdayaan yang dilakukan pemerintah bisa tepat sasaran.

Lurah Wirogunan Erwina Siwi Utami mengatakan pengisian rapor keluarga pemegang KMS tersebut dilakukan sejak 15-30 Juli lalu. Pengisian rapor tersebut dilakukan sendiri oleh masing-masing pemegang KMS (self assessment). "Pengisian rapor bagi 506 KK pemegang KMS ini membutuhkan waktu sekitar sembilan kali pertemuan dibagi dalam beberapa kelompok," katanya kepada Harian Jogja, Rabu (28/8/2019).

Disetiap kali pengisian raport, ia ikut mendampingi bersama Ketua LPMK Kelurahan Wirogunan Abdul Razaq serta Ketua TKPK Kelurahan Wirogunan Raditya Kurniawan. Kegiatan pengisian raport keluarga dilaksanakan di Pendopo Kelurahan Wirogunan, Mergangsan.

"Pengisian raport keluarga kami gelar untuk mengajak para pemegang KMS memotret dirinya sendiri agar dapat mengetahui kebutuhan dan permasalahan yang mereka hadapi," katanya.

Setelah kebutuhan dan permasalahan dapat teridentifikasi, maka para pemegang KMS diajak untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut. "Output dari kegiatan ini adalah data kebutuhan dan permasalahan serta solusi yang didapatkan langsung dari para pemegang KMS," jelasnya.

Data tersebut kemudian dimasukkan kedalam format entry menjadi rekapitulasi data kebutuhan sehingga memudahkan TKPK untuk melakukan analisa dan menyusun program kegiatan yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan.

Program yang disusun oleh TKPK Kelurahan Wirogunan berdasarkan rekap data pengisian rapor keluarga akan dimasukkan ke dalam usulan program di Musrenbang Kelurahan Wirogunan tahun 2019. Diharapkan dengan proses seperti yang sedang dijalankan ini dapat mengurangi tingkat kemiskinan di Kelurahan Wirogunan.

Kegiatan pengisian rapor keluarga untuk pemegang KMS ini diharapkan dapat menurunkan prosentase kemiskinan di Kelurahan Wirogunan. "Rapor Keluarga ini untuk mengetahui program yang tepat sasaran untuk KMS tersebut," katanya.

Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan upaya menurunkan angka kemiskinan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Alasannya, warga miskin yang saat ini tersisa di Kota Jogja adalah warga yang benar-benar miskin. "Ini tidak mudah sehingga perlu strategi yang tepat untuk bisa mengentaskan kelompok masyarakat miskin ini agar terbebas dari jurang kemiskinan," katanya, beberapa waktu lalu.

Tahun ini, lanjut Heroe, Pemkot menargetkan penurunan angka kemiskinan antara 0,5% hingga 0,7%. Target tersebut tidak jauh berbeda dengan target tahun sebelumnya. Tahun lalu, Pemkot mampu menurunkan angka kemiskinan 0,66% dari 7,64% pada 2017 menjadi 6,98% pada 2018. “Setidaknya, pada 2019 juga bisa berkurang dengan persentase yang hampir sama meskipun upaya penurunan akan semakin sulit,” kata Heroe.

Berdasarkan proyeksi RPJMD Kota Jogja, kata Heroe, tingkat kemiskinan di Kota Jogja saat ini sebenarnya sudah mencapai target. Penurunan angka kemiskinan tersebut dilakukan secara maksimal karena Pemkot juga diminta untuk mendukung Pemerintah DIY dalam menurunkan angka kemiskinan. Di tingkat provinsi yang saat ini angka kemiskinan mencapai sekitar 12%. Pemerintah DIY menargetkan angka tersebut turun menjadi 7% pada 2022 mendatang.