Jubir: Tanah di Ibu Kota Baru Milik Adik Prabowo

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kiri) bersama Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (kedua kanan) menyapa wartawan usai pertemuan keduanya, Kamis (15/8/2019) - Antara
27 Agustus 2019 17:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Baru saja lokasi pemindahan ibu kota baru diumumkan, muncul kabar Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto disebut-sebut memiliki lahan di lokasi tersebut, yakni di Provinsi Kalimantan Timur. Namun polemik keberadaan lahan eks capres 2019 itu langsung dibantah.

Juru Bicara Prabowo Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, lahan di Kaltim yang belakangan diperbincangkan bukan kepunyaan Prabowo, melainkan milik sang adik, Hashim Djojohadikusumo melalui Arsari Group.

"Bukan [milik Prabowo] tapi milik Arsari Group milik Pak Hashim," kata Dahnil saat dikonfirmasi, Selasa (27/8/2019).

Sebelumnya, Waketum Gerindra Edhy Prabowo juga tak menampik Hashim memiliki lahan di lokasi ibu kota baru.

Hanya, ia tak mengetahui pasti posisi tepat lahan tersebut berada di antara dua lokasi pemindahan ibu kota, yakni Kabupaten Kutai Kertanegara atau Kabupaten Penajam Paser Utara.

"Ada sebagian, kami tidak tahu detailnya di mana-mana. Peta lokasinya belum tahu Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara. Memang ada lahan kami di Penajam Paser Utara tetapi tidak tahu eksplisit spesifiknya di mana," kata Edhy.

Untuk diketahui, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebut bahwa lokasi Ibu Kota baru yang dipilih Presiden Jokowi adalah bekas Hak Pengusahaan Hutan International Timber Corporation Indonesia. Dahlan menyebut lahan itu bukan lagi milik ITCI melainkan milik Prabowo Subianto.

Dahlan menyampaikan tanggapannya terkait lokasi daerah yang dipilih Jokowi untuk menjadi Ibu Kota baru. Tahun 1970 dirinya pernah merasakan tinggal di Kalimantan Timur. Sedikitnya ia mengetahui soal kehidupan di sana.

"Saya tahu lokasi itu. Yang direncanakan jadi Ibu Kota baru Republik Indonesia itu. Yang kemarin diumumkan sendiri oleh Bapak Presiden Jokowi itu," kata Dahlan dalam keterangannya, Selasa (27/8/2019).

Sumber : Suara.com