Advertisement
Tak Digaji Selama Jadi Awak ABK China, 14 WNI Minta Pulang
Kapal ikan China Fishing Vessel (FV) Ming Xiang 808. - Marine Traffic
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA –Setelah tak digaji sepeser pun selama bekerja sebagai anak buah kapal di kapal ikan asal China, sebanyak 14 warga negara Indonesia (WNI) minta pulang.
Pelaksana Harian Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha mengatakan 14 ABK tersebut bekerja di kapal ikan China, Fishing Vessel (FV) Ming Xiang 808. Kapal itu diketahui bersandar di Pelabuhan Cimbothe, Peru, pada 6 Agustus 2019.
Advertisement
"Sebanyak 14 WNI ABK telah melaporkan masalahnya ke KBRI tanggal 8 Agustus 2019. Kasus dimaksud dalam penanganan KBRI Lima," tuturnya saat dikonfirmasi Bisnis pada Sabtu (24/8/2019).
Sebelumnya beredar sejumlah tangkapan layar gawai tentang pesan berisi permohonan pemulangan ke Indonesia oleh ABK. Pesan itu diduga ditujukan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
BACA JUGA
Pengirim yang mengaku sebagai ABK tersebut mengaku mereka tidak dibayar US$1 pun sejak bekerja di kapal itu. Permintaan untuk pemulangan ke Tanah Air tidak ditanggapi oleh pemilik kapal dan pihak agensi.
Judha menjelaskan setelah KBRI Lima mendapatkan laporan tersebut, para ABK langsung dipindahkan dari Pelabuhan Cimbothe ke Kota Lima, Peru.
KBRI Lima kini mengupayakan pertanggungjawaban pihak manning agency dan pemilik kapal untuk memenuhi hak-hak ketenagakerjaan para ABK.
Kemlu juga telah berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait yaitu Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, dan BNP2TKI.
Koordinasi itu dilakukan guna meminta pertanggungjawaban pihak yang memberangkatkan para ABK tersebut untuk bekerja di kapal ikan China. "Pemulangan para ABK WNI ke Tanah Air menjadi prioritas utama [Kementerian Luar Negeri]," kata Judha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Anak Indonesia Nyaris Semua Online, PP Tunas Jadi Benteng Terakhir
- BMKG Turunkan Tim ke Maluku Utara dan Sulut Usai Gempa M 7,6
- Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
- Vonis Mati Tahanan Palestina oleh Israel Disorot Indonesia
- Kasus Video Profil Desa Karo, Majelis Hakim Bebaskan Amsal Sitepu
Advertisement
Ancaman Kekeringan Tahun Ini Mengintai Sejumlah Wilayah di Bantul
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Malioboro Ditutup saat Kirab HUT Sultan HB X, Ini Rute Pengalihan Arus
- Ramp Tol Jogja-Solo di Trihanggo Dikebut, Gerbang Tol Segera Dibangun
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 2 April 2026
- Aniaya Pengguna Jalan di Muja Muju, Bang Jago Ngopo Diringkus Polisi
- Kulonprogo Siapkan Skema Nunut ASN untuk Tekan BBM
- KRL Jogja-Solo Padat Seharian, Ini Jadwal Kamis 2 April 2026
- Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
Advertisement
Advertisement








