Sosok Satriawan Sulaksono, Jaksa Solo yang Menghilang Sejak Ditetapkan Tersangka KPK

Warga melintas di depan rumah Satriawan Sulaksono di Gedongan, Colomadu, Karanganyar, Rabu (21/8 - 2019). (Solopos/Iskandar)
22 Agustus 2019 07:57 WIB Iskandar News Share :

Harianjogja.com, KARANGANYAR --  Satriawan Sulaksono, jaksa yang ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus gratifikasi proyek di Jogja, sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya. Keluarga pun tidak mengetahui di mana jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta itu berada.

Namun berdasar kabar dari teman-teman Satriawan, dia dalam kondisi baik dan sehat. “Tetapi sekarang posisinya di mana kami tidak tahu. Nanti keluarga menunggu proses saja,” ujar salah satu perempuan yang mengaku sebagai teman istri Satriawan namun enggan disebut namanya ketika ditemui wartawan di rumahnya, Gedongan, Colomadu, Karanganyar, Rabu (21/8/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan jaksa dan kontraktor asal Solo sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi proyek di Jogja. Penyerahan fee terkait proyek itu berlangsung di Solo.

Lebih lanjut, perempuan itu mengatakan istri Satriawan sedang tidak enak badan sehingga tidak bisa menemui wartawan. Selanjutnya wartawan disarankan ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo.

Di sisi lain, dia mengutarakan kegiatan di rumah Satriawan tidak terganggu. Artinya, papar dia, anak Satriawan yang masih sekolah di salah satu SD di Solo itu masih masuk sekolah seperti biasa.

Secara terpisah, Ketua RT 003 RW 002 Gedongan, Colomadu, Sardjo Handojo, 80, awalnya mengaku kaget atas kasus yang menjerat Satriawan. Apalagi Satriawan dikabarkan telah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka kasus gratifikasi proyek di Jogja.

Di mata warga Satria yang dikarunia dua anak ini dinilai sebagai sosok yang biasa saja dan tidak macam-macam. “Saya tahu kalau Pak Satria menjadi tersangka ya tadi malam. Karena saya digerebek wartawan yang ingin meminta keterangan tentang Pak Satria,” ujar Sardjo.

Sepengetahuannya, Satria yang tercatat sebagai warga Gedongan sejak awal 2016 itu dinilai sebagai warga yang aktif berkegiatan di kampung. Sardjo mencontohkan jika ada kerja bakti, Satria aktif ikut membaur dengan warga lainnya.

“Dia termasuk pejabat yang tidak menyombongkan diri. Kan ada pejabat yang tidak mau membaur dengan warga sekitar. Kalau Pak Satriawan ini tidak demikian,” ujar dia.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, sejak ramai pemberitaan, sosok Satriawan sudah tidak terlihat beraktivitas di kediamannya. Pada bagian pantauan di kediaman Satriawan pintu rumah dan pintu gerbang di depan tetap terbuka. Di halaman rumah terparkir mobil van warna putih dan dua sepeda motor.

Sumber : Bisnis.com