Advertisement
Jokowi Didesak Turun Tangan Selesaikan Masalah di Papua
Petugas kepolisian mengevakuasi warga saat demonstrasi di Mimika, Papua, Rabu (21/8/2019). - Antara/Sevianto Pakiding
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo didesak segera turun langsung menyelesaikan masalah Papua.
Kastorius Sinaga, sosiolog dari Universitas Indonesia mengatakan bahwa agresi massa di Papua terjadi bak bola salju yang cepat menjalar di berbagai kota mulai Monokwari, Sorong, Fakfak, dan Timika.
Advertisement
“Bila kerusuhan ini terus berlangsung maka Papua akan menjadi faktor utama disintegrasi nasional. Ini akan dapat berujung fatal bagi stabilitas dan keamanan nasional seperti pernah dialami pada kasus lepasnya Timor Timur di tahun 1999,” ujarnya, Rabu (21/9/2019).
Menurutnya, solusi permasalahan Papua tidak bisa dilihat parsial dari sudut keamanan saja. Bergesernya agresi massa dari sekadar ungkapan emosional akibat tindakan rasisme terhadap warga Papua di Jawa Timur ke motif kemerdekaan Papua dari NKRI harus ditanggapi secara serius oleh Pemerintah Pusat.
Karena itu, Presiden Joko Widodo selaku Kepala Negara RI menurutnya, harus mengambil alih langsung situasi pengendalian Papua dan tidak menyerahkannya tanggungjawab secara parsial dan teknis sektoral ke para pembantunya termasuk ke tangan TNI dan Polri sebagai leading sector untuk pemulihan keamanan.
“Papua saat ini menjadi barometer paling kritis atas adanya ancaman disintegrasi bangsa. Karena itu menjadi wajar bila Presiden mengambil alih seluruh penanganan masalah Papua termasuk dalam merumuskan platform penyelesaian Papua berjangka panjang. Bila tidak maka dikwatirkan eskalasi kerusuhan akan berlangsung ke arah kebuntuan politik yang akan mengancam persatuan bangsa,” urainya.
Dia mengatakan bahwa sudah saatnya Presiden meletakkan prinsip harga diri manusia bagi penyelesaian Papua yang tidak bisa diselesaiakan secara pendekatan keamanan dan pembangunan fisik infrastruktur.
Masyarakat Papua, kata dia, harus ditempatkan kembali setara dengan warga Indonesia secara keseluruhan. Penempatan martabat ras Papua sebagai pintu masuk utama yang harus diprioritaskan oleh Presiden di dalam penanganan masalah Papua ke depan dengan mengajak semua perwakilan masyarakat adat Papua di dalam mencari solusi terbaik untuk Papua damai ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
Advertisement
Suara Ibu Indonesia Desak Negara Lindungi Aktivis dari Teror Air Keras
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Polri Diminta Usut Tuntas
- Podcast DPRD DIY Bahas Gotong Royong dan Kemandirian Ekonomi
- Buruh Rokok DIY Tolak Rencana Pemangkasan BLT Dana Bagi Hasil Cukai
- Obesitas Anak Terus Meningkat Secara Global, Ini Penjelasannya
- HUT ke-271 DIY, Ketua Komisi A DPRD DIY Dorong Pengentasan Kemiskinan
- Jadwal Imsak, Subuh hingga Buka Puasa Jogja Sabtu 14 Maret 2026
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 14 Maret 2026 dari Palur hingga Tugu
Advertisement
Advertisement







