Aksi Terorisme di Masjid Norwegia Diduga Terinspirasi Aksi di Selandia Baru

Situasi di Masjid Al-Noor di Sandvika, Norwegia 11 Agustus 2019. - Reuters
12 Agustus 2019 11:57 WIB Denis Riantiza Meilanova News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Aksi penembakan di Masjid Pusat Dakwah Norwegia terjadi pada Sabtu (10/8/2019). Sebuah postingan online mengindikasikan peristiwa tersebut terinspirasi oleh aksi penembakan di Selandia Baru dan Amerika Serikat.

Sejauh ini Kepolisian Norwegia hanya menyatakan bahwa serangan di Kota Baerum tersebut akan diselidiki sebagai kemungkinan aksi terorisme. Namun media lokal setempat menyebut seorang pria berusia 21 tahun, Philip Manshaus, merupakan tersangka utama peristiwa penembakan itu.

The Guardian melaporkan, Manshaus mengunggah sebuah pesan pada hari penembakan, menyebut dirinya "terpilih" oleh Brenton Tarrant, pelaku penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru pada Maret lalu.

"Waktuku sudah habis, lagipula aku sudah dipilih oleh Saint Tarrant. Kita tidak bisa membiarkan ini berlanjut, kau harus menghadapi ancaman perang ras dalam kehidupan nyata. Itu menyenangkan," demikian bunyi pesan tersebut.

Selain itu, terdapat sebuah meme yang memuji aksi Brenton Tarrant di Selandia Baru dan tersangka penembakan di El Paso, Texas, AS, baru-baru ini. Pesan tersebut diunggah beberapa jam sebelum serangan melalui papan pesan baru yang disebut Endchan dan 4chan.

Mengutip Reuters, penembakan berawal setelah seorang pria tak dikenal memasuki Masjid Al-Noor yang terletak di dekat Ibu Kota Oslo. Pria bersenjata itu lalu melontarkan serangkaian tembakan ketika berada di dalam masjid hingga melukai satu orang jemaah.

Pelaku penembakan berhasil diamankan oleh seorang jemaah masjid sebelum akhirnya ditahan oleh polisi. Kepolisian Norwegia menerima laporan penembakan sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Pimpinan masjid, Irfan Mushtaq, menggambarkan sang pelaku sebagai pria muda kulit putih dengan mengenakan pakaian hitam, rompi peluru, dan helm. Mushtaq mengatakan pelaku membawa banyak senjata. Saat insiden terjadi, hanya ada tiga orang yang berada di dalam masjid.

Kepolisian Norwegia menuturkan sang pelaku tampak bertindak sendiri meski motif penyerangan masih belum diketahui. Kini, sang pelaku yang diketahui berusia sekitar 20 tahunan telah ditahan kepolisian Norwegia.

Sumber : bisnis.com