Medsos Paling Dominan Jadi Media Penyebaran Lembaga Amal Milik Teroris

Ilustrasi
08 Agustus 2019 18:37 WIB Sholahuddin Al Ayyubi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Polri mengungkapkan lembaga amal milik kelompok teroris baik Jamaah Islamiyah maupun Jamaah Ansharut Daullah lebih dominan disebarkan melalui media sosial. Langkah itu diduga dilakukan untuk mengelabui petugas.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengungkapkan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror sedang melakukan profiling dan menyelidiki sejumlah akun media sosial yang mengajak masyarakat memberikan donasi kepada lembaga milik kelompok teroris tersebut.

"Memang setelah ditelusuri ajakan untuk beramal di lembaga donasi milik teroris itu beredarnya lebih banyak di media sosial. Mereka polanya itu melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat beramal melalui media sosial," tutur Dedi, Kamis (8/8/2019).

Dedi mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan lembaga donasi amal yang beredar melalui media sosial. Dia menyarankan agar masyarakat melakukan kroscek dan klarifikasi sebelum melakukan amal ke lembaga donasi itu.

"Nanti kami akan berikan literasi digital ke publik agar tidak mudah percaya. Masyarakat harus betul-betul mampu melakukan konfirmasi dan klarifikasi jika ada lembaga donasi amal muncul lewat media sosial," kata Dedi.

Menurut Dedi, lembaga amal itu menampung dana dari masyarakat  dalam dan luar negeri untuk digunakan kelompk teroris tertentu melakukan aksi teror di Indonesia.

"Jadi mereka itu mengumpulkan dana untuk melakukan aksi teror, bukan untuk masyarakat," ujar Dedi.

Sumber : Antara