Wali Kota Dipaksa Berpakaian Perempuan Lalu Diarak Warga karena Gagal Wujudkan Janji Kampanye

Javier Jimenez bersama Luis Ton diarak mengenakan pakaian wanita karena tidak menepati janji kampanye. - Twitter
07 Agustus 2019 08:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Di Indonesia, kegagalan pemimpin daerah mewujudkan janji kampanye seperti menjadi hal biasa. Namun beda dengan di negara ini.

Ketika penduduk sebuah kota di Meksiko muak dengan wali kota yang tidak menepati janji kampanye, mereka tahu apa yang harus mereka lakukan.

Mereka memaksa wali kota mengenakan gaun dan mengaraknya keliling kota berhari-hari.

Wali Kota Javier Jimenez dari provinsi Huixtán, berjalan dengan rok panjang hitam dan blus putih berenda dengan ruffles dan sulaman bunga, di depan penduduk San Andrés Puerto Rico yang marah.

Sementara Luis Ton, pejabat kota lainnya yang juga dianggap tidak berhasil, mengenakan gaun pink cerah dengan bintik-bintik putih.

Surat kabar El Diario de Mexico mengutip Fox News, Selasa (6/8/2019) melaporkan warga kecewa karena Jimenez tidak memenuhi janjinya untuk mengalokasikan 3 juta peso (Rp2,2 miliar) untuk perbaikan sistem air kota.

Sementara para pejabat berjalan mengenakan pakaian wanita, penduduk memegang poster bertuliskan kegagalan para politisi.

Dalam sebuah wawancara dengan seorang reporter yang direkam dalam video, wali kota Jimenez mengatakan bahwa ia sedang berusaha memenuhi janjinya.

Dia mengatakan kota punya uang karena dana telah dialokasikan ke berbagai bidang. Ketika dia berbicara, beberapa warga mengecam kegagalan pemerintah, dan yang lain terdengar berteriak kepadanya untuk tidak terus berbohong.

Jimenez dan Ton juga dipaksa mengumpulkan dana dari para pengendara yang lewat. Kedua politisi itu telah diarak oleh warga setidaknya empat hari, menurut Cultura Colectiva.

Warga juga menuntut Jimenez diselidiki karena diduga korupsi 3 juta peso. Dalam wawancara dengan reporter lokal, Jimenez mengatakan dia tidak bersalah dan siap menghadapi penyelidikan.

Sumber : Okezone.com