Ini Pelajaran yang Dipetik Operator Kereta Menyusul Listrik Padam

Ilustrasi instalasi listrik - JIBI/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
05 Agustus 2019 03:17 WIB Rio Sandy Pradana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendorong operator kereta api perlu menyediakan infrastruktur tenaga listrik cadangan.

Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian MTI Aditya D. Laksana mengatakan infrastruktur penyediaan tenaga listrik cadangan perlu disiapkan meski terbatas agar setidaknya kereta tetap dapat dioperasikan hingga stasiun terdekat.

"Begitu juga operasional pintu layar penumpang di stasiun seperti passenger screen door MRT tetap dapat dioperasikan untuk kereta terakhir yang tiba," kata Aditya, Minggu (4/8/2019).

Dia menilai perlu juga dimiliki prosedur operasi standar terkait dengan evakuasi penumpang, yang juga disimulasikan serta dilatihkan secara memadai dan intensif oleh operator KA kepada petugas di lapangan.

Jadi, ketika terjadi kejadian seperti pemadaman listrik mendadak, petugas sudah tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya.

Di sisi lain, lanjut Aditya, sistem informasi dan komunikasi yang memadai juga perlu diberikan kepada pengguna yang terjebak pada sarana kereta yang tidak beroperasi agar mereka tidak panik serta mengetahui dengan jelas apa yang harus dilakukan dan juga hal yang tidak boleh dilakukan.

Informasi yang memadai juga perlu diberikan kepada calon penumpang terkait dampak operasional kereta serta kondisi serba manual yang harus dijalani karena ketiadaan sumber listrik.

Kendati demikian, Aditya berpendapat bahwa dampak pemadaman masif yang terjadi pada Minggu (4/8/2019) memang sulit dihindari dampaknya pada transportasi publik yang bersumber listrik.

Pemadaman listrik juga terjadi secara menyeluruh dengan area yang luas, sehingga tidak dapat diatasi hanya dengan sistem cadangan pasokan listrik. Di sisi lain, memang kebutuhan listrik bagi transportasi publik sepenuhnya masih bergantung pada penyediaan listrik dari PLN.