Sandiaga Akui Tak Dilibatkan dalam Pertemuan Mega-Prabowo

Sandiaga Uno. - Suara.com/Ria Rizki
31 Juli 2019 11:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Cawapres Pemilu 2019 Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa hingga kini, meski sudah tak berpasangan lagi dengannya, Prabowo Subianto masih selalu berkomunikasi sebelum mengambil langkah politik. Salah satunya tentang pertemuan dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Malam sebelum bertemu Megawati, Prabowo, kata Sandiaga Uno, sempat menelepon untuk mengabarkan pertemuan tersebut.

Namun, menurut Sandiaga Uno, malam itu Prabowo mengatakan, belum mengetahui lokasi pertemuan untuk keesokan harinya itu. Sandiaga Uno juga diberi tahu bahwa dirinya tak akan dilibatkan dalam pertemuan tersebut.

"Dan tempatnya, ini sudah malam sebetulnya, belum diketahui tempatnya di mana, dan Pak Prabowo menyampaikan, pakai bahasa Inggris, saya ingat, bahwa 'This meeting will not include you.' Jadi saya memang tidak dilibatkan di pertemuan itu," ujar Sandiaga Uno dalam program Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne, Selasa (30/7/2019).

Meski begitu, Sandiaga Uno mengapresiasi sikap Prabowo yang terbuka dan menghargai posisinya.

"Dan menurut saya, Pak Prabowo sangat terbuka. Pak Prabowo menghargai posisi saya, dan tentunya saya menyampaikan apresiasi ke Pak Prabowo, dan saya sampaikan, pertemuan itu pasti akan positif ditanggapi oleh masyarakat," ungkapnya.

Sandiaga Uno sendiri mengakui, banyak pendukung Prabowo-Sandi yang kecewa dengan pertemuan itu, tetapi baginya sekarang sudah saatnya untuk menatap ke depan dan meninggalkan yang sudah berlalu.

"It's time to move on. Agenda bangsa ini sangat besar. Tantangannya, ekonomi terutama, sangat-sangat berat. Bersatu aja kita belum tentu bisa melalui satu gelombang yang sangat berat ini, apalagi terpecah belah," katanya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu juga mengaku telah mengungkapkan pendapat pribadinya pada Prabowo soal sikap politik.

Berdasarkan penjelasan Sandiaga Uno, dirinya memilih untuk konsisten tidak memiliki niat untuk bergabung dengan pemerintahan.

"Sampai sekarang saya percaya ini yang diinginkan oleh masyarakat bahwa ada tentunya elemen masyarakat, elite politik, yang ada di luar pemerintahan untuk memberikan masukan, suatu input yang kritis dan konstruktif. Alangkah bermartabatnya kalau itu bisa diperankan oleh [partai kemarin yang belum terpilih," terang Sandiaga Uno.

Ia mengatakan, sementara partai-partai yang sudah dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkesempatan membentuk kabinet, partai lain sebaiknya menjadi penyeimbang di luar pemerintahan.

"Ini juga masukan yang saya dengar juga baik dari pendukung Pak Jokowi maupun pendukung Pak Prabowo, adalah, menempatkan diri di luar pemerintahan untuk memberikan koreksi yang positif, konstruktif, dan juga bersahabat," jelasnya.

Sumber : Suara.com