Konser Andrea Bocelli Romanza, BNI Buka Presale Tiket Eksklusif
Presale konser Andrea Bocelli Romanza dibuka BNI mulai 21 Agustus 2026. Ada diskon hingga 20% dan cicilan hingga 12 bulan.
Bripka RE ditembak. /Ist -Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA--Adanya kasus penembakan sesama polisi di Depok, Jawa Barat, cukup menggemparkan kalangan kepolisian dan juga masyarakat.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebut cukup banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya kasus polisi menembak polisi.
"Kami menilai cukup banyak hal yang melatarbelakangi hingga puncaknya polisi tersebut tega menghabisi nyawa temannya dengan senjata api," katanya, saat dihubungi Antara, di Jakarta, Jumat (26/7/2019).
Neta mengakui masih adanya sikap arogansi yang masih kental dalam budaya kepolisian Indonesia yang menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi.
Lalu, kata dia, beban kerja yang cukup berat, terutama dalam menjaga keamanan sepanjang Pemilu dan Pilpres di berbagai daerah yang kerap menjadi tekanan psikis.
Di sisi lain, Neta mengingatkan, ada persoalan akut yang melilit anggota Polri, terutama di jajaran bawah, yaitu persoalan rumah tangga akibat terbatasnya penghasilan sebagai polisi yang hidup di kota besar.
"Ini kerap menjadi tekanan tersendiri bagi anggota Polri dalam menjalankan tugas profesionalnya, dan ini pula yang kerap menjadi penyebab utama mudahnya emosi polisi jajaran bawah gampang meledak menjadi beringas dan sadis," ungkapnya.
Tak heran, ia mengatakan jika dari tahun ke tahun terus terjadi kasus polisi tembak polisi, polisi yang berulah menjadi koboi kepada masyarakat, atau polisi bunuh diri dengan pistolnya sendiri.
Persoalan lain, kata dia, adalah gaya hidup hedonis yang kerap menimbulkan konflik antar teman, selain adanya tekanan atasan yang kerap memberikan target untuk pencapaian prestasi atasan itu sendiri.
Untuk kasus terbaru yang terjadi di Depok, Neta menilai pemicunya adalah persoalan sangat sepele yang menunjukkan arogansi dan tidak terkontrolnya emosi.
Senada, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Saputra sangat prihatin terjadinya insiden yang sebenarnya dipicu persoalan yang sangat sepele.
"[Pemicunya] sangat sepele. Saya berpikir kejiwaan oknum itu tidak normal, sangat emosional," katanya.
Sebagaimana diwartakan, terjadi penembakan terhadap Bripka RE oleh Brigadir RT di Polsek Cimanggis, Depok, Kamis (25/7) malam, karena RT merasa kesal permintaannya tak dituruti korban RE.
Perselisihan bermula dari RE yang juga anggota Samsat Polda Metro Jaya mengamankan seorang pelaku tawuran berinisial FZ, pada Kamis malam.
Kemudian datang orangtua pelaku berinisial Z bersama dengan Brigadir RT ke Polsek Cimanggis, yang meminta dengan nada keras agar FZ dibina oleh orang tuanya.
Bripka RE menolak dengan nada keras sembari menjelaskan bahwa proses sedang berjalan. Brigadir RT yang naik pitam kemudian menembak Bripka RE hingga meninggal di lokasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Presale konser Andrea Bocelli Romanza dibuka BNI mulai 21 Agustus 2026. Ada diskon hingga 20% dan cicilan hingga 12 bulan.
Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi berpeluang menciptakan All Indonesian final di WTA 500 Monterrey Open 2026 setelah berada di jalur berbeda.
10 developer game mobile Jepang bangkrut hingga Juli 2026. Biaya produksi dan persaingan game China-Korea memperberat tekanan industri.
Pangeran Harry dan Elton John diperintahkan membayar sementara Rp230 miliar kepada penerbit Daily Mail setelah gugatan privasi mereka ditolak pengadilan Inggris
BMKG mendeteksi 1.104 titik panas di Sumatera. Sumatera Selatan mencatat 528 hotspot, sementara karhutla di Riau telah membakar lebih dari 700 hektare lahan.
Gerhana Bulan sebagian terjadi 28 Agustus 2026 dengan 96 persen Bulan tertutup bayangan Bumi. Fenomena ini tidak terlihat dari Indonesia.