Ini Usulan Pengembang Terkait Rencana PUPR Kembangkan Skema Hunian Milenial

17 Juli 2019 11:37 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kaum milenial sudah menjadi sasaran penting oleh seluruh pelaku industri termasuk sektor properti. Hal ini memicu pemerintah untuk ikut andil menggodok aturan perumahan khusus milenial.

Marketing Director Paramount Land Alvin Andronicus mengatakan bahwa golongan milenial yang menjadi sasaran penjualan properti adalah mereka yang sudah berusia 27 tahun ke atas.

“Umur segitu biasanya orang baru mulai settle, punya uang, mulai ada tabungan, mereka mulai mampu memberikan uang muka atau angsuran,” jelasnya kepada JIBI/Bisnis, Selasa (16/7/2019).

Menurut Alvin, ketika pemerintah, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ingin menjaring milenial, pemerintah perlu juga melakukan edukasi bahwa semua orang tak terkecuali milenial perlu punya hunian.

“Kami selaku pelaku industri senang sekali pemerintah mulai turun tangan, memberi aturan, memudahkan untuk generasi milenial yang mulai produktif,” katanya.

Yang menjadi kesulitan, kata Alvin, generasi milenial adalah generasi yang konsumtif. Uangnya banyak dihabiskan untuk barang-barang konsumsi.

Oleh karena itu, penting untuk menyadarkan mereka dan memberikan kesempatan untuk mengalihkan uang konsumsi itu untuk ke membeli properti yang bersifat investasi.

Alvin menambahkan bahwa harga yang tepat dann masih terjangkau oleh milenial adalah rumah yang harganya di bawah Rp1 miliar, asalkan ketika melakukan pembayaran, uang muka dibuat tidak terlalu besar, administrasi dimudahkan, dan bunganya tidak terlalu tinggi.

“Umur 27 kan paling baru mulai mengumpulkan, kalau disedot dengan uang muka yang cukup besar kan mereka nanti kelabakan,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk lokasi tempat tinggal, lantaran di Jakarta sudah tidak memungkinkan, kata Alvin, sekarang selama terhubung dengan transportasi yang gampang dan murah, milenial tidak akan peduli lagi soal jarak, tapi lebih ke soal waktu dan ketersediaan transportasi massal yang mumpuni.

Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan mengatakan bahwa sepanjang semester pertama 2019 kalangan milenial paling bersemangat membeli properti, tetapi minim pengalaman dan informasi.

“Pengembang dapat memberi bantuan informasi hingga pengurusan pengajuan KPR. Sesuaikan strategi pemasaran dengan karakter milenial yang dinamis, technology-minded, dan menyukai desain yang unik.”

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus memberi dukungannya agar masyarakat milenial bisa memiliki rumah. Pasalnya, selama ini milenial dianggap bakal sulit punya rumah sendiri karena mementingkan pemenuhan gaya hidup

Dirjen Penyediaan Perumahan PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan bahwa PUPR akan menyusun konsepnya dan bekerja sama dengan asosiasi pengembang untuk mewujudkannya. Saat ini, kata Khalawi, prosesnya masih dalam pengkajian.

“Sekarang masih terus dikaji dan kita masuk ke konsepnya, polanya seperti apa, gambarannya kan mau sampai untuk pemula atau, berkembang pakai rusunawa. Kalau untuk yang sudah berkeluarga enggak mungkin lah milenial disuruh tinggal di kampung, mesti dipusat kota,” katanya belum lama ini.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia