Kebakaran Gudang Kayu di Sragen, Jati Rp203 Juta Hangus dalam Sekejap

Anggota Polsek Kalijambe memeriksa gudang yang terbakar di Dukuh/Desa Banaran RT 09A, Kalijambe, Sragen, Kamis (11/7/2019) malam. (Istimewa - Polres Sragen)
13 Juli 2019 10:37 WIB Tri Rahayu News Share :

Harianjogja.com, SRAGEN--Dalam sekejap, kayu jati senilai Rp203 juta hangus terbakar di gudang kayu milik industri mebel di Dukuh/Desa Banaran RT 009A, Kalijambe, Sragen, Kamis (11/7/2019) pukul 20.00 WIB. 

Musibah kebakaran di industri mebel milik H. Suprapto, 59, warga Banaran RT 010 tersebut tak mengakibatkan korban jiwa maupun luka.

Kasubbag Humas Polres Sragen AKP Agus Jumadi yang mendapat laporan dari Kapolsek Kalijambe Iptu Aji Wiyono kepada wartawan, Jumat (12/7/2019) pagi, menyampaikan peristiwa itu terjadi saat Sahri, 40, dan Sukadi, 45, yang keduanya warga Sumberejo, Tegalombo, Kalijambe, Sragen, memperbaiki atap gudang dengan menggunakan las listrik. 

"Pada saat itu percikan api dari las listrik mengenai tumpukan kayu di bawahnya. Setelah beberapa waktu muncul titik api yang memicu kebakaran," ujar Agus mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan.

Agus menyampaikan api kebakaran padam setelah dikondisikan Tim Pemadam Kabakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen dan Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen pada pukul 21.00 WIB. Dari laporan polisi kerugian hanya Rp30 juta.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Sragen Sugeng Priyono menyampaikan titik api kali pertama diketahui penjaga gudang, Ridi, yang melihat kepulan asap dari pojok bangunan gudang produksi mebel tersebut. 

Sugeng menerangkan api baru padam pada pukul 21.35 WIB. Kerugian material yang dialami yakni tujuh meter kubik kayu jati yang harganya Rp29 juta per satu meter kubik sehingga total kerugian diperkirakan mencapai Rp203 juta.

"Jarak tempuh ke lokasi cukup jauh dari Sragen Kota. Penanganan berjalan lancar dengan melibatkan 42 personel dari unsur BPBD, pemadam kabakaran Satpol PP, Polri, TNI, MDMC, PMI, PAC 119, perangkat desa setempat, dan SAR Wong Salam," ujarnya.

Sumber : solopos.com