Jadwal KA Bandara YIA Reguler Senin 4 Mei 2026
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Senin 4 Mei 2026 dari pagi hingga malam, rute Tugu Yogyakarta dan Wates.
Wisuda di Stipram Yogyakarta, Kamis (11/7/2019). /Ist-Stipram.
Harianjogja.com, JOGJA--Bidang pariwisata saat ini dituntut untuk mengikuti model seperti industri 4.0 jika tidak ingin ketinggalan dengan negara lain. Sejumlah hal yang harus diperhatikan seperti sumber daya manusia (SDM), kesadaran masyarakat, fasilitas hingga perhatian pemerintah. Perguruan tinggi mengambil peran cukup penting dalam menciptakan SDM yang memadai.
Hal itu disampaikan Ketua Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) Suhendroyono dalam wisuda lulusan diploma, sarjana dan magister Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram) Yogyakarta, Kamis (11/7/2019). Wisuda itu diikuti sebanyak 1.162 orang, terdiri atas D3 Perhotelan sebanyak 609 orang, S1 Pariwisata 537 orang dan 16 orang dari S2 Pariwisata.
“Bangsa Indonesia memiliki model yang bagus untuk menjalankan model 4.0, terutama bidang pariwisata, peningkatan jumlah wisatawan, daya jual hotel dan restoran sangat mendukung terciptanya industri glonbal 4.0,” terang Suhendroyono dia dalam rilisnya.
Ia menyadari bahwa pariwisata saat ini dituntut untuk dapat menyesuaikan dengan era 4.0. Untuk dapat menciptakan hal itu maka dibutuhkan beberapa hal, mulai dari SDM, kesadaran masyarakat, fasilitas dan perhatian pemerintah. Guna menghasilkan SDM berkualitas, perguruan tinggi pariwisata harus siap bersaing dengan perguruan tinggi asing, bahkan SDM asing.
“Saat ini ilmu pariwisata di Indonesia semakin diminati, terbukti membludaknya pendaftar yang masuk ke bidang pariwisata, terutama sejak digulirkannya pariwisata sebagai ilmu di 2008, pariwisata sebagai jurusan yang menjadi primadona,” kata pria yang juga Ketua Stipram Yogyakarta ini.
Pihaknya sepakat, setiap perguruan tinggi pariwisata harus mengikuti perkembangan pariwisata saat ini. Pemerintah telah menetapkan target kunjungan wisatawan 20 juta orang pada 2019, perguruan tinggi pariwisata harus mampu memberikan kontribusi atas target tersebut. Indonesia memiliki potensi wisata yang besar, namun jika tidak dapat mengelola dengan baik maka perkembangan pariwisata maka akan tertinggal dengan negara lain.
“Teknologi dan industri saat ini sudah berjalan beriringan maka perkembangan saat ini bukan hanya era milenial saja tetapi sudah masuk di tahap industri global 4.0 bahkan mulai merembet ke 5.0 di beberapa negara. Ini harus disikapi dengan jelas agar kita terutama pariwisata tidak tertinggal jauh dengan negara lain,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Senin 4 Mei 2026 dari pagi hingga malam, rute Tugu Yogyakarta dan Wates.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.