Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi 6 Bulan, Ini Penyebabnya
Cristiano Ronaldo terancam larangan membela timnas Portugal hingga enam bulan setelah meninggalkan pemusatan latihan tanpa izin.
Wisuda di Stipram Yogyakarta, Kamis (11/7/2019). /Ist-Stipram.
Harianjogja.com, JOGJA--Bidang pariwisata saat ini dituntut untuk mengikuti model seperti industri 4.0 jika tidak ingin ketinggalan dengan negara lain. Sejumlah hal yang harus diperhatikan seperti sumber daya manusia (SDM), kesadaran masyarakat, fasilitas hingga perhatian pemerintah. Perguruan tinggi mengambil peran cukup penting dalam menciptakan SDM yang memadai.
Hal itu disampaikan Ketua Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) Suhendroyono dalam wisuda lulusan diploma, sarjana dan magister Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram) Yogyakarta, Kamis (11/7/2019). Wisuda itu diikuti sebanyak 1.162 orang, terdiri atas D3 Perhotelan sebanyak 609 orang, S1 Pariwisata 537 orang dan 16 orang dari S2 Pariwisata.
“Bangsa Indonesia memiliki model yang bagus untuk menjalankan model 4.0, terutama bidang pariwisata, peningkatan jumlah wisatawan, daya jual hotel dan restoran sangat mendukung terciptanya industri glonbal 4.0,” terang Suhendroyono dia dalam rilisnya.
Ia menyadari bahwa pariwisata saat ini dituntut untuk dapat menyesuaikan dengan era 4.0. Untuk dapat menciptakan hal itu maka dibutuhkan beberapa hal, mulai dari SDM, kesadaran masyarakat, fasilitas dan perhatian pemerintah. Guna menghasilkan SDM berkualitas, perguruan tinggi pariwisata harus siap bersaing dengan perguruan tinggi asing, bahkan SDM asing.
“Saat ini ilmu pariwisata di Indonesia semakin diminati, terbukti membludaknya pendaftar yang masuk ke bidang pariwisata, terutama sejak digulirkannya pariwisata sebagai ilmu di 2008, pariwisata sebagai jurusan yang menjadi primadona,” kata pria yang juga Ketua Stipram Yogyakarta ini.
Pihaknya sepakat, setiap perguruan tinggi pariwisata harus mengikuti perkembangan pariwisata saat ini. Pemerintah telah menetapkan target kunjungan wisatawan 20 juta orang pada 2019, perguruan tinggi pariwisata harus mampu memberikan kontribusi atas target tersebut. Indonesia memiliki potensi wisata yang besar, namun jika tidak dapat mengelola dengan baik maka perkembangan pariwisata maka akan tertinggal dengan negara lain.
“Teknologi dan industri saat ini sudah berjalan beriringan maka perkembangan saat ini bukan hanya era milenial saja tetapi sudah masuk di tahap industri global 4.0 bahkan mulai merembet ke 5.0 di beberapa negara. Ini harus disikapi dengan jelas agar kita terutama pariwisata tidak tertinggal jauh dengan negara lain,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cristiano Ronaldo terancam larangan membela timnas Portugal hingga enam bulan setelah meninggalkan pemusatan latihan tanpa izin.
Korban penembakan di bengkel Boyolali menjalani operasi untuk mengangkat peluru yang bersarang di pipi kiri. Polisi memburu terduga pelaku.
Cek jadwal DAMRI YIA-Jogja Minggu, 11 Oktober 2026, dengan lima pilihan tujuan dan tarif normal Rp80.000 per penumpang.
KAI Daop 6 Yogyakarta menunda penertiban emplasemen Stasiun Solo Jebres. Stasiun ini melayani rata-rata 5.100 penumpang setiap hari.
Prakiraan cuaca DIY Minggu, 11 Oktober 2026, didominasi cerah. Suhu Kota Jogja diperkirakan mencapai 34°C, tertinggi di antara wilayah DIY.
Sebanyak 5.000 peserta mengikuti meditasi Tata Hati Indonesia yang digelar YCCK di UGM, secara langsung maupun daring, tanpa dipungut biaya.