Matahari Lintasi Kakbah Selama 2 Hari, Kemenag Imbau Periksa Arah Kiblat

Presiden Joko Widodo bersama keluarga keluar dari kakbah di sela-sela ibadah umrah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Senin (15/4/2019). Memasuki masa tenang Pemilu 2019, Presiden Jokowi beserta keluarga melaksanakan ibadah umrah di Makkah. - Setpres/Laily Rachev
12 Juli 2019 16:47 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Matahari kembali akan melintasi Kakbah selama dua hari berturut-turut. Kaum muslim dapat memanfaatkan momen ini untuk memeriksa kembali arah kiblat.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama,  Agus Salim mengatakan sesuai data astronomi, Senin (15/7/2019) dan Selasa (16/7/2019) mendatang, matahari akan melintas tepat di atas Kakbah.

Peristiwa alam ini akan terjadi pada pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA.

"Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Kakbah," katanya melalui rilis yang diterima Bisnis, Jumat (12/7/2019).

Menurutnya, peristiwa semacam ini dikenal dengan Istiwa A'dham atau Rashdul Qiblah. Istilah ini berarti waktu Matahari di atas Ka`bah di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.

Momentum ini, dapat digunakan bagi umat Islam untuk memeriksa kembali arah kiblatnya. Caranya adalah dengan menyesuaikan arah kiblat dengan arah bayang-bayang benda pada saat Rashdul Qiblah.

Dijelaskan Agus, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses verifikasi arah kiblat, yaitu:

1. Pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau pergunakan Lot/Bandul
2. Permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata
3. Jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI atau Telkom.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia