New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Partai-partai koalisi pengusung Prabowo Subianto Sandiaga Uno pada Pilpres 2019, bersepakat menamakan blok politik mereka sebagai Koalisi Indonesia Adil Makmur. /Suara.com-Muhamad Yasir
Harianjogja.com, JAKARTA - Pengamat politik memprediksi kemungkinan Partai Gerindra dan PKS menjadi oposisi pemerintah.
Analis Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai, pilihan oposisi PKS dan Gerindra merupakan cara kedua partai tersebut menjaga 68 juta suara yang memilih Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.
"Gerindra dan PKS enggak usah mau menerima jabatan (menteri) itu. Karena mestinya Gerindra pertama dia harus maintenance 68 juta itu ya, dia menjadi aspirasi, penyambung lidah 68 juta, sekitar 44 persen, itu cukup besar," kata Pangi saat berbincang Okezone-jaringan Harianjogja.com, Sabtu (6/7/2019).
Pangi menilai, PKS dan Gerindra merupakan koalisi sekutu yang berpotensi akan menjadi pemenang Pemilu 2024. Selain itu, kedua partai tersebut juga berpeluang besar memenangkan Pilpres 2024.
"Gerindra dan PKS nanti bisa mengantarkan presiden baru atau bisa leading menjadi partai pemenang pemilu dengan syarat mampu membangun oposisi, peran yang dimainkan itu maksimal," terangnya.
Ia menerangkan bahwa peran oposisi lebih cendrung bisa memainkan emosional masyarakat lantaran kerap berpihak kepada rakyat dengan mengkritisi jalannya pemerintahan.
"Kalau kemudian peran-peran yang dimainkan maksimal, oposisinya piawai dan mahir membaca sentimen, apa yang dibutuhkan, ada yang dikehendaki masyarakat, bisa mewakili perasaan rakyat, itu kemudian oposisi akan memenangkan kekuasaan," ujarnya.
"Nah sejauh yang saya cermati, kekuatan oposisi tidak mampu memenangkan kekuasaan karena tidak mampu menjadi penyambung lidah yang peran-peran yang dimainkan. 10 tahun Gerindra beroposisi ini harus menjadi evaluasi. Berbeda dengan PDIP, 10 tahun beroposisi, beliau bisa memenangkan kekuasaan," bebernya.
Menurut Pagi, pihak oposisi akan selalu diuntungkan bila citra pemerintah menjadi jelek karena adanya kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat.
"Di saat itulah momentum emas bagi partai untuk mendulang insentif elektoral, yaitu elektabilitas partai, dan syukur-syukur bisa mengantarkan calon presidennya untuk menang," imbuhnya.
Pagi menambahkan, Gerindra akan menjadi partai paling diuntungkan bila memilih jalan politio oposisi dari pemerintahan Jokowi-Ma\'ruf karena mempunyai sosok Prabowo Subianto sebagai capres dan ketua umum partai.
"Ketika oposisi tidak mainkan peran maksimal, maka ketenaran tetap menang, citra pemerintah tetap positif, maka ada peluang kemungkinan juga PDIP memenangkan kekuasaan tiga kali berturut-turut," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 24 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 24 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.