Meutya Kecam Israel Tahan Jurnalis RI di Misi Gaza
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
Prabowo Subianto berbicara di hadapan pendukungnya di Jakarta, Jumat (19/3/2019)./Reuters-Willy Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dinilai masih potensial ikut Pilpres 2024. Namun, kansnya memenangi pemungutan tak semudah membalikkan telapak tangan.
Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rully Akbar, mengatakan pertarungan pada Pilpres 2024 sebenarnya lebih berat ketimbang Pilpres 2019.
Meski Prabowo –Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 mampu memperoleh suara di atas 40%, tidak otomatis pencapaian itu menjadi modal awal kembali memasuki gelanggang pilpres lima tahun ke depan.
Rully menuturkan, tidak adanya calon presiden petahana, menjadi alasan pertarungan pada Pilpres 2024 diprediksi lebih berat.
“Belum tentu juga [Prabowo menang mudah], memang Prabowo punya rekam jejak 40 persen, tetapi belum tentu 2024 terulang lagi angka itu. Karena kita belum tahu kontestasinya seperti apa, karena kan tak ada petahana,” kata Rully di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (2/7/2019).
Rully berpendapat Prabowo sudah tidak lagi layak untuk maju sebagai capres pada Pilpres 2024. Rully menilai Prabowo seharusnya bisa meregenerasi politik dengan mempersiapkan calon yang akan diusungnya.
“Itu yang harusnya dibentuk sejak dini. Bisa jadi Anies Baswedan atau Sandiaga Uno, nama-nama yang dekat dengan Prabowo ini yang seharusnya disiapkan untuk kompetisi dan memenangkan laga di 2024,” ujarnya.
LSI Denny JA merilis 15 tokoh potensial sebagai capres pada Pilpres 2024. Prabowo, Sandiaga Uno, Anies Baswedan, hingga Sri Mulyani masuk dalam 15 tokoh potensial sebagai capres pada Pilpres 2024 versi LSI Denny JA.
Berikut, 15 tokoh potensial sebagai capres 2024 versi LSI Denny JA:
Kalangan Kepala Daerah
Pemimpin Partai Politik
Pejabat Pemerintah
Faktor Kejutan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
Mentan Andi Amran Sulaiman memecat ASN Kementan terkait dugaan penyelewengan anggaran Rp500 juta. Pegawai tersebut kini berstatus DPO.
Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi. Badan Geologi memperluas radius aman hingga 3,5 kilometer ke arah kawah aktif utara.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini Rabu 20 Mei 2026 lengkap dengan rute Stasiun Tugu-YIA, tarif Rp50.000, dan jam keberangkatan terbaru.
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.
Cuaca DIY hari ini diperkirakan hujan ringan di Sleman dan Bantul. Simak prakiraan cuaca Jogja lengkap beserta suhu dan kelembapan udara.