Advertisement
Edarkan Obat Keras Pemuda Asal Sragen Ditangkap
Polisi menunjukkan barang bukti obat daftar G di Mapolres Wonogiri, Senin (1/7/2019). (Istimewa - Humas Polres Wonogiri)
Advertisement
Harianjogja.com, WONOGIRI -- Seorang pemuda asal Karangmalang, Sragen, AF, 23, ditangkap aparat Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Wonogiri karena mengedarkan obat keras (daftar G).
Pemuda itu sudah setengah tahun mengedarkan obat yang bisa menimbulkan efek halusinasi tersebut kepada para pelajar dan pengamen di Kota Sukses.
Advertisement
Kasatresnarkoba Polres Wonogiri, AKP Suharjo, saat dimintai konfirmasi JIBI/Solopos, Senin (1/7/2019), menyampaikan AF ditangkap di Keblokan RT 004/RW 009, Sendang Ijo, Selogiri, Wonogiri.
Polisi menangkapnya setelah mendapatkan informasi AF kerap bertransaksi dengan pelajar dan pengamen. Aparat menjeratnya dengan Pasal 197 subsider Pasal 196 UU No. 36/2009 tentang Kesehatan.
BACA JUGA
AF ditahan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. “AF mendapatkan obat daftar G dari pengedar di atasnya yang berada di luar Wonogiri. Kami akan berkoordinasi dengan Polres setempat,” kata Suharjo mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, saat dihubungi Solopos.com, Senin.
Dia menjelaskan AF merupakan pengedar yang memiliki pasar khusus Wonogiri. Sasarannya pelajar dan para pengamen jalanan. Dia sudah beroperasi selama enam bulan.
Ini menunjukkan peredaran obat keras yang mestinya hanya bisa diperoleh menggunakan resep dokter itu di Wonogiri masih terus ada dan remaja menjadi sasaran empuk. Menurut Suharjo, banyak remaja di Wonogiri yang kecanduan obat tersebut.
Para peminumnya mengatakan mengonsumsi obat tersebut dalam jangka pendek bisa menimbulkan efek halusinasi. “Pemakaian tanpa petunjuk dokter dalam jangka panjang dapat merusak saraf. Generasi penerus bangsa pun bisa rusak. Oleh karena itu, peredaran legal obat tersebut tidak sembarangan,” imbuh Suharjo.
Polisi menyita barang bukti berupa 10 plastik klip yang setiap satu plastik berisi 10 butir obat daftar G. Totalnya 100 butir obat. Selain itu satu unit sepeda motor matik yang digunakan AF sebagai sarana mengedarkan obat, satu unit telepon seluler (ponsel) yang digunakan untuk berkomunikasi dengan calon pembeli dan pengedar di atasnya, dan satu kartu anjungan tunai mandiri (ATM).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 30 Maret 2026
- Hasto-Wawan Apresiasi Penggerak Sampah Hingga UMKM
- Ini Penyebab Meninggalnya Tentara Indonesia di Lebanon
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Pengakuan Pedagang Nuthuk Terungkap, Wisata Pantai Depok Terimbas
- Open House, Warga Rela Antre Demi Bersalaman dengan Sultan HB X
- Saluran Limbah Meledak di Teras Malioboro Jogja, Tiga Orang Terluka
Advertisement
Advertisement




